Liga Arab Desak Komunitas Internasional Tekan Negara Zionis Agar Bebaskan Tahanan Palestina

Pasukan Penjajah Zionis memaksa tahanan Palestina untuk berbaris di sel mereka [Palestine Info Center/Twitter]


Liga Arab kemarin (24/03) menyeru komunitas internasional supaya mendesak pemerintah negara Zionis untuk membebaskan tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara negara Zionis di tengah kekhawatiran penyebaran virus corona.

Kekhawatiran akan wabah koronavirus di penjara-penjara tempat tahanan Palestina diperparah menyusul konfirmasi dari PPS, Komunitas Tahanan Palestina bahwa setidaknya empat tahanan Palestina di Penjara Megiddo telah dinyatakan positif COVID-19.

Saeed Abu Ali, asisten Sekjen Liga Arab untuk urusan Palestina dan daerah-daerah Arab yang terjajah, mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa aturan hukum humaniter internasional sehubungan dengan pandemi ini telah menjadi lebih mendesak untuk menekan pemerintah negara Zionis supaya menyelamatkan nyawa lebih dari 5.000 tahanan.


Otoritas penjara negara Zionis telah memberlakukan berbagai larangan terhadap tahanan Palestina, membatalkan hak-hak yang sebelumnya sudah disepakati setelah kantin penjara menghentikan penyediaan 140 jenis barang kepada para tahanan, termasuk produk pembersih yang merupakan kebutuhan mendasar mengingat wabah baru coronavirus – terutama di sel-sel yang padat yang memang sebelumnya sudah tidak memenuhi standar kesehatan paling dasar.

Selain itu, tahanan Palestina dilarang untuk mendapat kunjungan dari keluarga dan pengacara mereka dengan dalih mengantisipasi coronavirus.

Abu Ali juga menganggap otoritas negara Zionis bertanggung jawab atas nyawa tahanan Palestina, sambil menekankan bahwa komunitas internasional harus ikut memikul tanggung jawabnya untuk memastikan pembebasan bagi mereka, dan mewajibkan kepada pemerintah untuk mentaati aturan hukum internasional, terutama pembebasan bagi tahanan yang paling rentan, termasuk orang sakit dan manula.

Sebagai bentuk protes atas kelalaian administrasi penjara negara Zionis, kemarin tahanan Palestina di penjara negara Zionis menolak makan dan menutup sel-sel mereka, demikian seperti dilaporkan oleh kantor berita  Wafa.

PPS menambahkan bahwa langkah eskalasi ini terjadi di tiga penjara Ofer, Negev, dan Nafha, tempat mendekamnya ratusan tahanan Palestina.

Menurut statistik resmi, jumlah tahanan Palestina di balik jeruji besi mencapai 5.000 orang, termasuk 180 anak-anak dan 43 wanita. Sekitar 430 adalah tahanan administratif, satu status yang memungkinkan negara Zionis memenjarakan warga Palestina tanpa alasan atau pengadilan untuk jangka waktu tidak tertentu.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan ada puluhan tahanan yang  membutuhkan perawatan medis, banyak diantaranya yang menderita penyakit parah atau kronis.

———–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 24 Maret 2020 jam 4.40 sore.

Untuk bergabung, klik link: https://chat.whatsapp.com/EE6MtmWJLqlHq5KIJGbm8P

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *