Kota-kota Zona-48 Palestina Berbelasungkawa Atas Wafatnya Muhammad Mursi


Umm Al-Fahm – Sejumlah kota Palestina di Zona-48 pada hari Selasa (18/06) menyaksikan aksi solidaritas belasungkawa terhadap presiden sipil pertama yang terpilih secara demokratis di Mesir, Muhammad Mursi, meninggal dunia usia 67 tahun pada Senin sore di Institut Pegawai Kepolisian di dalam kompleks penjara Tora di Kairo selatan, saat sedang menjalani persidangan.

Di Umm Al-Fahm, puluhan warga ambil bagian dalam aksi solidaritas yang diorganisir di pintu masuk kota itu. Para peserta membawa foto dan spanduk untuk mengekspresikan kesedihan mereka yang mendalam atas kepergian almarhum presiden.

Para demonstran meneriakkan yel-yel menentang rezim Mesir, menegaskan bahwa wafatnya Mursi pasca persidangannya bertepatan dengan sejumlah laporan yang mengkonfirmasi bahwa penurunan kondisi kesehatannya, bukan terjadi secara alamiah.

Kemudian, setelah menunaikan sholat isya, puluhan warga Umm Al-Fahm melangsungkan shalat ghaib bagi mantan presiden Mesir, Muhammad Mursi. Shalat tersebut dilaksanakan di aula pasar kota, dalam suasana yang dirundung kesedihan dan kemarahan.

Di Kafr Kana, berlangsung juga aksi solidaritas belasungkawa terhadap presiden pertama Mesir yang terpilih diikuti oleh puluhan warga. Para demonstran mengangkat spanduk yang bertuliskan tuntutan bagi penyelidikan independen dan transparan terkait kondisi kematiannya.

Aksi solidaritas belasungkawa juga berlangsung di beberapa lokasi lainnya  antara lain di: Qalanswa, Baaina, Nujdat, Al Muqar, Sakhnin, Mashhad dan kota Rahat di Naqab untuk mengekspresikan solidaritas terhadap kepergian almarhum Presiden Mesir.

Terkait kejadian ini, dilangsungkan shalat ghaib atas jenazah Mursi di beberapa kota negara Arab dan internasional antara lain Turki, Qatar, Suriah, Tunisia, dan Maroko. Beberapa ungkapan belasungkawa resmi terbatas antara lain disampaikan oleh Turki, Qatar, Malayasia, dan PBB.

Mursi meninggal dunia pada hari Senin, saat berada dalam salah satu sesi persidangan, sempat mengalami ‘pingsan’ seperti dilaporkan TV negara, dan dikuburkan pada pagi hari di sebelah timur kota Kairo, dengan dihadiri oleh delapan orang saja dari kalangan keluarga dan pengacaranya.

Amnesty International dan Human Rights Watch menuduh pemerintah Mesir gagal memberikan layanan kesehatan yang sepantasnya bagi Mursi, yang menjadi penyebab kematiannya.

Ada ketidakpuasan yang menyebar di kalangan akar rumput, organisasi partisan dan non-pemerintah, bersamaan dengan munculnya kecaman yang sebagian besar berfokus pada situasi hak asasi manusia di Mesir, menyerukan bagi penyelidikan yang tidak memihak terhadap kondisi kematian Mursi dan pembebasan semua tahanan.


Abdel Moneim Abdel Maqsoud, pengacara presiden sipil terpilih pertama di Mesir, menjelaskan bahwa jenazah Mursi dikuburkan pada jam 5 pagi waktu setempat, di sebuah pemakaman di sebelah timur Kairo, kurang dari 24 jam setelah kematiannya, dengan dihadiri oleh anggota keluarganya dan pengawasan pihak keamanan. (i7)
—————-

Sumber: www.palinfo.com, terbit: Rabu, 19 Juni 2019 pada jam 8:23:53 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *