Izinkan Jamaah Shalat di Al-Aqsha, Ketua Departemen Wakaf Didenda Penjajah



Kepolisian penjajah Zionis menyerbu, pada Sabtu malam (21/03) rumah ketua Departemen Wakaf kota Al-Quds, Sheikh Abdel-Azim Salhab, dan menjatuhkan kepadanya denda 5.000 syikal, dengan dalih “tidak melarang jamaah menunaikan shalat Jumat kemarin.”

Wafa, kantor berita resmi Palestina mengutip Sheikh Salhab yang mengatakan bahwa polisi penjajah menyerbu rumahnya dan menjatuhkan denda  kepadanya dikarenakan beliau tidak mengunci Masjid Al-Aqsha bagi orang-oang yang ingin melakanakan shalat di dalamnya, dan karena itu dia diharuskan membayar denda 5.000 syikal.

Dia menambahkan: “Tujuan dari tindakan dan langkah ini adalah untuk menutup Masjid Al-Aqsa di hadapan jamaah. Padahal masjid ini adalah masjid kami dan kami shalat di halamannya. Kami juga memiliki petunjuk dari pengurus masjid Al-Aqsha tentang tatalaksana shalat dan cara meninggalkan masjid. “

Dia menjelaskan bahwa otoritas penjajah negara Zionis menerapkan hukum dengan dua standar. Mereka mengizinkan bagi para pemukim Yahudi menyerbu Masjid Al-Aqsha setiap hari, dan melarang jamaah masjid untuk melaksanakan shalat di dalamnya dan dihukumi melanggar dengan dalih penyebaran Covid-19. Sikap kami sebagai Departemen Wakaf menolak untuk menutup Masjid Al-Aqsha yang diberkahi dan akan tetap membuka Al-Aasha bagi para jamaah masjid yang bisa mencapainya dengan cara paling optimal dan menjaga kesehatan dan keselamatan diri mereka sendiri.”

Sementara itu,  perwakilan dari Al-Qaimah Al-Musytarakah, sebuah payung koalisi, Dr. Mansour Abbas, dalam pernyataan yang diterbitkannya, bahwa dia telah melakukan telepon dengan Sheikh Salhab.  Abbas menegaskan bahwa dia akan “pergi ke pihak berwenang di negara Zionis untuk menggugurkan hukuman yang tidak rasional itu, untuk menghentikan provokasi kepara para pejabat di Departemen Wakaf, warga muslim jamaah Masjid Al-Aqsa, dan berhenti menyerang mereka, serta mengambil keuntungan dari kondisi yang sedang terjadi di kawasan ini dan dunia keseluruhan disebabkan oleh virus Corona.”

—————

Sumber: www.arab48.com, terbit: tanggal: 21/03/2020 – 20:10.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *