Hamas, Mesir Bahas Pembukaan Gerbang Perbatasan Rafah Secara Permanen

Warga Palestina menanti sebelum melintasi perbatasan setelah Mesir membuka gerbang perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza selama tiga hari, di Rafah, Gaza pada 11 Agustus 2020 [Mustafa Hassona / Anadolu Agency]

Kementerian Dalam Negeri Gaza mengatakan pada hari Senin (12/10) pihaknya telah melakukan kontak dengan pemerintah Mesir untuk membahas pembukaan gerbang perbatasan Rafah “secara permanen”.

“Gerbang Perbatasan Rafah beroperasi secara parsial sejak Maret, yang menjadi rintangan tersendiri bagi warga yang bepergian,” juru bicara kementerian dalam negeri Gaza, Iyad Al-Bazm, mengatakan kepada petinggi Al-Aqsa yang dikelola Hamas.

Al-Bazm menjelaskan bahwa kementerian telah melakukan kontak dengan pemerintah Mesir “untuk menyetujui formula bagi pembukaan gerbang perbatasan secara permanen sesuai dengan langkah-langkah keamanan dan pencegahan,” sambil menambahkan bahwa pembahasan hal itu “masih sedang berlangsung.”

“Ada lebih dari 4.000 kasus darurat untuk melakukan perjalanan yang terdaftar di dinas perbatasan, dan masih banyak lagi yang terlantar di luar negeri yang tidak dapat pulang ke rumah mereka,” kata pejabat Palestina itu.

Sejak merebaknya virus Corona pada Maret lalu, gerbang perbatasan Rafah telah ditutup oleh otoritas Mesir, karena khawatir dengan penyebaran penyakit tersebut. Kairo dikabarkan telah membuka gerbang perbatasan tersebut dalam beberapa kesempatan, termasuk bagi kepulangan warga Palestina.

Sejauh ini, total 55.951 warga Palestina telah tertular virus tersebut, 48.719 di antaranya telah pulih, dan 455 telah meninggal, menurut data resmi. 4.102 orang yang terinfeksi berada di Gaza, termasuk 26 korban yang meninggal dunia, demikian menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

————

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 14 Oktober 2020, 09:28 pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *