Ekspansi Pemukiman Yahudi Terus Meluas Antara Kota Baitul Maqdis dan Bethlehem

Pemandangan di Halamish Pemukiman Yahudi, pasca Amerika Serikat mengumumkan pemukiman Zionis di Tepi Barat tidak melanggar undang-undang internasional, di Ramallah, Tepi Barat pada 20 November 2019 [Issam Rimawi /Anadolu Agency]


Pemerintah Penjajah Zionis terus melakukan ekspansi besar-besaran terhadap pemukiman Yahudi di antara kota Baitul Maqdis dan Betlehem.

Menurut sebuah LSM HAM bernama Ir Amim, dalam ekspansi kali ini Penjajah Zionis akan menambah lebih dari 1.500 unit rumah ke Gilo.

Pada tanggal 27 November, Komite Perencanaan Daerah telah membahas dua rencana baru bagi pemukiman itu, “menyusul hampir finalnya perencanaan bagi 290 unit rumah” di Gilo yang telah disetujui oleh Komite Perencanaan Distrik sepekan sebelumnya pada tanggal 19 November.

Sebuah perencanaan (dengan referensi TPS 532325) menyerukan bagi dibangunnya 1.444 unit rumah “di lokasi mana terdapat 288 unit seluas 83 dunam tanah di dalam area yang padat bangunan yang terletak arah timur laut Gilo”, satu lokasi yang berdekatan dengan daerah Palestina yang bernama Beit Safafa.

“Perencanaan ini sedang dipromosikan oleh sebuah perusahaan BUMN bernama Amidar,” kata Ir Amim, sambil menambahkan bahwa “sementara perencanaan ini tidak akan menambah perluasan territorial pemukiman, namun akan, sangat meningkatkan populasinya di dekat Beit Safafa . “

Perencanaan kedua (dengan referensi TPS 647842), sementara itu, “akan menambah perluasan pemukiman ke arah timur menuju Beit Jala”, dan “menyerukan sekitar 110 unit rumah di atas tanah seluas 30 dunam di tepi timur Gilo di sepanjang Rute 60 (The Tunnel Road)”, sebuah perencanaan “yang dipromosikan oleh sebuah perusahaan swasta”.

Sebagian dari plot itu dirancang oleh otoritas negara Penjajah Zionis sebagai apa yang disebut “properti orang absen” – Ir Amim memberi catatan bahwa pemilik aslinya “kemungkinan menjadi penghuni Beit Jala saat ini karena tanah yang jadi permasalahan tersebut adalah milik kota sebelum tahun 1967”.

LSM tersebut menyatakan bahwa “secara bersamaan ketiga perencanaan akan secara signifikan menambah jumlah warga Penjajah Zionis yang tinggal di atas Garis Hijau di Gilo, di saat yang sama juga akan memperluas pemukiman Zionis secara teritorial.”

“Rencana ini sedang dipromosikan bersamaan dengan pengembangan infrastruktur jalan besar di daerah tersebut, termasuk perluasan Rute 60 serta pengerjaan rute yang direncanakan dari jalur hijau kereta ringan kota Baitul Maqdis,” tambah Ir Amim.

 “Proyek-proyek infrastruktur jalan adalah bagian tak terpisahkan dari perusahaan pemukiman dan digunakan untuk meletakkan dasar bagi perluasan pemukiman di masa depan. Tidak hanya perkembangan ini akan mempercepat lalu lintas antara Gilo dan Yerusalem Barat, tetapi juga akan memudahkan akses antara blok permukiman Gush Etzion dan kota Baitul Maqdis. ”(i7)

————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 05 Desember 2019 pukul 11:05 pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *