Boris Johnson: Inggris Tidak Dukung Aneksasi Tepi Barat

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bertemu dengan PM negara Penjajah Zionis Benjamin Netanyahu di 10 Downing Street no. 10, London, Inggris pada 5 September 2019 [Kate Green/Anadolu Agency]

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan bahwa negaranya tidak mendukung aneksasi yang direncanakan oleh negara Penjajah Zionis. Johnson menyatakan pandangannya melalui tulisan opini dalam Yedioth Ahronoth.

“Saya sangat berharap bahwa aneksasi tidak berlanjut,” tulisnya. “Jika itu terjadi, Inggris tidak akan mengakui perubahan pada garis 1967, kecuali hal-hal yang disepakati antara kedua belah pihak.”

PM Inggris saat berada di Downing Street menjelaskan bahwa dia adalah “pembela Penjajah Zionis yang bersemangat” dan bahwa “komitmen Inggris terhadap keamanan negara Penjajah Zionis tidak akan tergoyahkan”.

“Sebagai teman seumur hidup, pengagum dan pendukung negara Penajajah Zionis, saya takut proposal ini akan gagal dalam tujuannya mengamankan perbatasan negara Penjajah Zionis dan akan bertentangan dengan kepentingan jangka panjang negara Penjajah Zionis sendiri.” Aneksasi, katanya, akan merusak kemajuan yang dibuat oleh negara Penjajah Zionis baru-baru ini untuk memajukan hubungannya dengan dunia Arab dan Muslim. Lebih jauh lagi, itu akan “mewakili pelanggaran hukum internasional [dan] menjadi hadiah bagi mereka yang ingin mengabadikan cerita lama” tentang negara ini.

“Saya tidak pernah lebih yakin bahwa kepentingan negara Penjajah Zionis tumpang tindih dengan kepentingan mitra terdekat kami di dunia Arab, termasuk potensi kerja sama keamanan terhadap ancaman bersama,” kata Johnson. “Tapi, betapapun kuatnya minat mereka dalam hubungan yang berbeda dengan negara Penjajah Zionis, aneksasi pasti akan merintangi peluang ini dan membatasi calon mitra-mitra Arab.”

Berbicara tentang dukungan bersejarah Inggris untuk negara Penjajah Zionis, pemimpin Partai Konservatif itu mengatakan bahwa ia “sangat bangga dengan kontribusi Inggris terhadap kelahiran negara Penjajah Zionis dengan Deklarasi Balfour 1917. Tapi itu akan tetap menjadi urusan yang belum selesai sampai ada solusi yang memberikan keadilan dan perdamaian abadi untuk negara Penjajah Zionis dan Palestina. ” Dialog, menurutnya, adalah cara terbaik untuk ini.

“Saya masih percaya satu-satunya cara untuk mencapai keamanan yang benar dan langgeng bagi negara Penjajah Zionis, tanah air bagi orang-orang Yahudi, adalah melalui solusi yang memungkinkan keadilan dan keamanan bagi warga negara Penjajah Zionis dan Palestina.”

———————–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 2 Juli 2020 jam: 10:51.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *