100 Korban Berjatuhan Akibat Operasi Represif Penjajah di Penjara Ofer

Ramallah  – Lebih dari 100 tahanan terluka pada hari Senin (21/01) setelah pasukan penjajah “Israel” terdiri dari Metsada (Divisi Operasi Khusus), Dror (Pasukan Represif), Al-Yamaz (Unit Keamanan Penjara) yang berada di bahwa administrasi penjara penjajah, melakukan aksi represif di penjara Ofer Tepi Barat yang terjajah.

Menurut “Asosiasi Tahanan Palestina”, lebih dari 100 orang terluka oleh peluru karet dan bom gas yang ditembakan pasukan penjajah “Israel” terhadap para tahanan di penjara Ofer.

Pasukan penjajah melakukan operasi represif pada pagi dini hari, dengan mulai menyerang para tahanan, melakukan razia besar-besaran dan merusak barang-barang para penghuni penjara.

“Asosiasi Tahanan Palestina” dalam pernyataannya menegaskan bahwa  penjajah Zionis memanggil pasukan tambahan yang menyemprotkan gas ke arah tahanan, di delapan dari sepuluh titik dimana para tahanan berada.

Pernyataan pers situ menambahkan bahwa penjara “Ofer” menjadi saksi terjadinya ketegangan besar sejak kemarin (dimana terdapat 1.200 tahanan di dalamnya) setelah pasukan operasi represif itu melakukan penyerbuan dan razia besar-besaran di seluruh seksi “17” di penjara itu.

Penjajah dalam operasi penyerbuan ke salah satu bagian atau seluruh penjara, sengaja mengeluarkan para tahanan ke tempat terbuka yang luas dalam cuaca yang sangat dingin, tanpa memberikan mereka kesempatan untuk mengenakan pakain tebal. Penyerbuan biasanya dilakukan secara mendadak saat para tahanan sedang tertidur, dan terkadang mereka dibawa keluar dengan baju tidur ke luar ruangan pada waktu-waktu tidur atau menjelang subuh. Ini membuat kondsi tahanan yang dalam keadaan sakit semakin mengalami penderitaan menghadapi situasi semacam itu.

“Asosiasi Tahanan Palestina” menganggap bahwa berbagai operasi penyerbuan yang telah dilakukan oleh dinas penjara penjajah Zionis merupakan bagian dari kebijakan sistematis yang dipraktekannya terhadap para tahanan untuk membalas dendam terhadap tahanan, karena pada tahun lalu tercatat ada puluhan operasi penyerbuan yang dilakukan hingga mengakibatkan jatuhnya sejumlah korban dari para tahanan.

Administrasi penjara penjajah bertanggung jawab penuh atas kehidupan para tahanan di dalam penjara.

Sementara terkait insiden operasi penyerbuan ini, situs 0404 Ibrani melaporkan bahwa sejumlah tahanan keamanan di penjara “Ofer” berhasil membakar salah satu sel penjara, sebagai bentuk protes atas razia salah satu unit dari pasukan represif tersebut.

Situs itu menambahkan bahwa pasukan ‘”Israel” tambahan dipanggil untuk menindas para tahanan, dimana dikonfirmasi jatuh tujuh korban dari tahanan Palestina, tiga diantaranya telah dipindahkan ke salah satu rumah sakit “Israel”.

Situs itu mengklaim bahwa pembakaran sel terjadi setelah penggeledahan salah satu bagian penjara, yang diduga untuk mencari beberapa ponsel, kartu SIM, dan beberapa benda yang digambarkan sebagai “terlarang.”

Dijelaskannya bahwa tahanan yang didapati memiliki telepon genggam “berhasil ditangani”.

Jumlah tahanan di penjara penjajah Zionis mencapai 6 ribu orang tahanan, termasuk 250 anak-anak (termasuk seorang gadis dibawah umur), 54 ibu-ibu dan gadis, delapan anggota dewan Legislatif, dan 27 orang wartawan, 450 orang tahanan administratif, di samping 750 tahanan yang sakit; yang 200 diantaranya membutuhkan penanganan darurat dan perawatan yang seharusnya. (i7)

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 21/01/2019, jam: 12: 11: 42 siang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *