Eisenkot Periksa Pagar Keamanan dan Lieberman Peras Bahan Makanan dan Obat-obatan dari Gaza

Eisenkot melakukan inspeksi didampingi komandan militer pagar keamanan dengan Gaza (Militer)

Oleh: Mohamed Wedd

Gaza, 22/07/2018 – Pada hari Ahad, Kepala Staf Angkatan Bersenjata “Israel”, Gadi Eisenkot, didampingi oleh para perwira seniornya,  melakukan tur pagar keamanan di daerah Jalur Gaza, sementara Menteri Keamanan Israel, Avigdor Lieberman, melakukan tur serupa di daerah gerbang perbatasan Kerem Shalom, setelah beberapa laporan  yang menegaskan diberikannya pelonggaran bagi Jalur Gaza dalam upaya untuk menstabilkan “gencatan senjata” yang dicapai antara Hamas dan “Israel” melalui mediasi Mesir.

Menanggapi pernyataan Lieberman, menurut media Israel, terjadinya kebakaran di Kibbutz “Nir” utara dari Gaza oleh balon pembakar, seorang anggota Knesset, Haim Yellin menyatakan: “Bagi mereka yang tidak mengerti perihal pertanian, sesungguhnya kebakaran 600 ton jerami di sebuah peternakan dari Nahal Oz kemarin yang disebabkan oleh balon pembakar itu setara dengan terbakarnya areal seluas 1000 – 1200 hektar, atau sekitar 150 kali luas lapangan sepakbola. ”

Eisenkot memeriksa daerah dimana disana terbunuh tentara “Israel” Aviv Levy, pada hari Jumat (20/07), oleh seorang penembak jitu Palestina di perbatasan Gaza, di mana dia melakukan penilaian lapangan atas situasi keamanan, dengan didampingi komandan wilayah selatan, Jenderal Hrtse Halevy, komandan “Divisi Gaza,” Brigadir Jenderal Yehuda Fox dan para pemimpin brigade dan batalyon yang beroperasi di daerah Jalur Gaza.

Kepala Staf meninjau kegiatan para komandan pasukan dalam beberapa bulan terakhir dalam menghadapi tantangan keamanan dan aktivitas Hamas sejak diluncurkannya Pawai Kepulangan Akbar pada akhir Maret lalu, menurut media Israel.

Bertentangan dengan prediksi dinas keamanan Israel yang mengacu kepada rekomendasi dari pemerintah untuk memberikan pelonggaran kepada warga Gaza, perusahaan berita “Israel” mengatakan bahwa “sejauh ini tidak ada perubahan dalam kebijakan “Israel” terkait transportasi atau pengiriman barang-barang melalui Kerem Shalom ke Jalur Gaza. Jadi gerbang perbatasan ini masih tetap tertutup kecuali untuk masuknya obat-obatan dan bahan pangan.”

Menurut Haaretz, pemerintah Israel diperkirakan akan mengumumkan bahwa mereka akan memfasilitasi masuknya barang-barang melalui gerbang perbatasan Kerem Shalom dan menambah luas areal penangkapan ikan, yang telah menyusut pasca eskalasi terakhir di Jalur Gaza.

Dinas Keamanan “Israel”, menilai bahwa putaran eskalasi saat ini antara faksi-faksi perlawanan dan tentara penjajah “Israel” telah berakhir dan, berdasarkan hal itu, Dinas Keamanan Pemerintah akan merekomendasikan pelonggaran bagi warga Gaza dalam upaya memperkuat dan menerapkan kesepahaman yang telah dicapai antara Hamas dan Israel melalui mediasi Mesir, menurut laporan dari media Israel.

Tapi Menteri Keamanan Israel, Avigdor Lieberman, selama pemeriksaannya terhadap pagar keamanan, memberikan penawaran kepada gerakan Hamas, yang berisikan dibukanya kembali gerbang perbatasan Kerem Shalom bagi pergerakan barang-barang dan dikembalikannya luas areal pencarian ikan seperti sebelumnya, sebagai balasan terjaganya masa tenang.

Lieberman melalui pernyataannya berusaha memeras penduduk Gaza yang terkepung sejak 12 tahun, dimana dia memberikan persyaratan bagi dibukanya kembali gerbang perbatasan dan perluasan areal pencarian ikan dengan ketenangan seutuhnya, tidak ada lagi penerbangan layang-layang dan balon pembakar ke arah wilayah “Israel” di Gilav Gaza dan tidak ada lagi peluncuran roket dan mortar ke selatan negara itu.

Menteri Keamanan “Israel” selama turnya di gerbang perbatasan Kerem Shalom, yang didampingi Dirjen Kementerian Keamanan Udi Adam, dan Korlap Pemerintah “Israel” di wilayah Palestina yang dijajah, Kamil Abu Rukn: “Kami telah selesai dengan penilaian situasi terkait masuknya barang-barang ke Jalur Gaza. Bagi warga Gaza harus difahami bahwa dalam hal terjadi lagi layang-layang dan  balon dan kebakaran di pihak kami, maka kehidupan tidak akan pernah kembali normal lagi di pihak lain.”

“Jika keadaan hari ini dan besok tidak berlanjut seperti yang seharusnya, maka kami akan kembali menerapkan hal yang sama di Kerem Shalom seperti sebelumnya mulai pada hari Selasa nanti, dan kami akan mengembalikan lagi area penangkapan (ikan) yang diizinkan seperti sebelumnya,” katanya. (i7)

 

————

Sumber: www.arab48.com, terbit: 22/07/2018 – 12:22.

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *