Dua Setengah Tahun Dipenjara dan Jadi Tahanan Rumah, Penyair Darine Tator Masih Harus Tunggu Putusan Besok

Setelah dua setengah tahun, anak Desa Reineh, sang penyair Darren Tator, telah melalui masa dipenjara dan menjadi tahanan rumah karena “tuduhan” menulis sebuah puisi yang diterbitkannya melalui sosmed. Dia masih harus menunggu putusan yang akan diumumkan melalui persidangan yang akan digelar di Pengadilan  Magistrate di Nazareth pada hari Kamis (03/05), pukul 11.00 besok.

Menurut para aktivis pendukung Daren bahwa “Jika Daren dihukum, maka masa yang sudah dihabiskan dalam tahanan rumah tidak akan dihitung sebagai bagian dari hukuman dan dia mungkin dipenjara untuk waktu yang lama.”

Para aktivis itu menyerukan untuk menghadiri sidang pengadilan dan memberikan solidaritas kepada Tator dengan mengatakan bahwa “kehadiran kami di pengadilan adalah cara kami untuk mendukung Daren di hari-hari yang sulit ini dalam perjuangan meraih kemerdekaan. Melalui kehadiran ini kami mengirimkan pesan yang jelas kepada jaksa dan hakim untuk melawan kesewenang-wenangan politik dan melawan penindasan atas kebebasan berekspresi, kritik dan seni.”

Perlu dicatat bahwa pada tanggal 11 Oktober 2015, pihak kepolisian telah menyerbu rumah penyair Darin Tator. Mereka menangkapnya dan mengajukan dakwaan terhadapnya pada bulan November, diantaranya bahwa Daren “melakukan provokasi kekerasan dan mendukung organisasi teroris.”

Penangkapan itu terjadi karena puisi yang ditulis oleh sang penyair ini yang berjudul “Lawanlah, wahai bangsaku, lawanlah “. Di samping itu dua akun di Facebook mengungkapkan ketakutan mereka tentang kemungkinan sang penyair akan menjadi “syahidah berikutnya,” pasca terjadinya pembunuhan terhadap anak kecil bernama Mohammed Abu Khudair dengan cara dibakar.

Setelah berbulan-bulan mendekam di penjara, baru kemudian Daren dibebaskan. Lalu dia dikenakan pidana sebagai tahanan rumah, dan dilarang menggunakan internet atau melakukan kontak via telepon. Baru sejak bulai Mei tahun lalu, beberapa larangan yang dikenakan kepadanya mulai dilenturkan. Sementara persidangannya dalam kasus yang sama akan terus berlanjut (i7).

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 02/05/2018 – jam: 11:32.

, , ,

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *