Ditelantarkan Hingga Sulit Bernafas dan Bicara, Tapi Lulus Magister di Penjara

Keluarga tawanan Palestina Mahmud Hamdi Shabanah (40) kemarin Sabtu menegaskan anak mereka mengalami kondisi kesehatan sangat kritis akibat sakit yang dideritanya di bagian pita suara sehingga sulit bicara dan bernafas. Hal itu disebabkan oleh pembiaran kesehatan dinas penjara penjajah zionis di Naqab sejak ia ditahan lebih dari 35 bulan lalu dengan status tawanan administratif.

Istri tawanan, Ummu Hamdi menegaskan, suaminya sulit bicara untuk kali kedua selama setahun terakhir, kondisi kesehatannya memburuk dan takut menelan obat yang diberikan kepadanya.

Ia menegaskan bahwa sebelum ini kondisi suaminya membaik pasca operasi pita suara di dalam tahanan. Namun itu hanya sebentar.

17 Tahun di Penjara Israel

Penahanan Shabanah ini bukan kali pertama. Ia sudah berkali-kali ditahan penjajah zionis. Ia pernah ditahan selama 12 dengan status tahanan administratif. Ia akhirnya tidak bisa meneruskan beasisawa studinya di Qatar. Penjajah zionis ‘Israel’ menolak memberi izin Shabanah keluar Palestina. Meski akhirnya memperoleh gelar magister di universitas terbuka saat di dalam tahanan di bidang ilmu politik dan media.

Penderitaan Shabanah tak cukup di penjara zionis, otoritas Palestina juga menahannya saat pernah dibebaskan. Kemudian setelah bebas dari penjara Otoritas Palestina, ia ditahan lagi oleh Israel dengan status tahanan administratif.

Gerakan Tawanan Palestina di Naqab menuding penjara penjajah zionis ‘Israel’ bertanggungjawab juga dokter2nya di sana secara hukum atas kesehatan tawanan Shabanah.

Keluarga tawanan Shabanah di Hebron, meminta lembaga HAM dan lembaga internasional menekan Israel agar membebaskan anak mereka agar memperoleh haknya berobat di rumah sakit.

Mahmud Shabanah berasal dari kota Hebron yang ditahan secara administratif selama 35 bulan. Ia adalah salah satu tokoh nasional di kota itu. Ia bekerja menjadi peneliti urusan zionis di sejumlah media. Shabanah memiliki dua anak Hamdi dan Husamuddin. Ia menghafal Al-Quran secara sempurna. Ia juga pernah ditahan dalam sel pribadi selama tiga tahun. (infopalestina.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *