Di Tengah Pemboikotan Luas: Fatah Buka Sidang “Nasional” di Ramallah

Gerakan Fatah membuka sidang “nasioal”, hari Rabu (15/08), di tengah-tengah boikot semua faksi yang berpengaruh dan banyak tokoh nasional yang menolak kebijakannya yang eksklusif dan hegemonis.

Kepala Dewan Nasional PLO, Salim Zaanoun dalam pidatonya saat pembukaan sidang yang miskin dukungan itu mengatakan: “Ini adalah waktu untuk menangguhkan pengakuan terhadap “Israel” sampai dia mengakui negara Palestina”. Ini merupakan sikap yang berulang dalam sidang Dewan Nasional yang non-konsensual beberapa bulan lalu, dan semata-mata menjadi sikap formal tanpa implementasi.

Dia menekankan perlunya mematuhi pelaksanaan resolusi sebelumnya oleh Dewan Nasional dan Dewan Pusat untuk menghadapai kebijakan Penjajah “Israel” terhadap rakyat Palestina, dalam memutuskan tidak dilakukan penerapannya, tanpa adanya perangkat dalam menilai  kegagalan penerapannya, atau jamainan agar tidak terulang lagi kegagalan pelaksanaannya.

Pada tanggal 4 Mei lalu, Dewan Nasional -yang diselenggarakan tanpa konsensus dan di bawah boikot oleh Hamas, Al- Jihad Al-Islamy dan Al-Jabhah Al-Sya’biyah- pada akhir pertemuan, yang berlangsung selama empat hari, menugaskan Komite Eksekutif PLO untuk mempelajari catatan pengakuan terhadap “Israel”, dan menarik diri dari perjanjian ekonomi dengannya di saat “Israel” mengakui negara Palestina berdasarkan batas tahun 1967, dan membatalkan keputusan penggabungan Yerusalem Timur dan menghentikan pemukiman, dimana itu merupakan hal yang tidak dilaksanakan oleh Komite.

Dalam konteks lain, Zaanoun menuntut gerakan “Hamas” untuk mengakhiri perpecahan dan memberikan wewenang Otoritas Palestina untuk menjalankan tugasnya di Jalur Gaza. Dia menutup mata bahwa Otoritas Palestina mengingkari kewajibannya berdasarkan perjanjian rekonsiliasi dan fakta bahwa dia telah memaksakan hukuman kolektif yang mempengaruhi dua juta warga Palestina di Gaza.

Dewan Pusat merupakan badan permanen yang berasal dari Dewan Nasional Palestina (Badan Legislatif yang mewakili rakyat Palestina) yang berafiliasi kepada PLO, organisasi yang di dalamnya ada banyak faksi Palestina, selain gerakan Hamas dan Al-Jihad Al-Islamy.

Hamas dan Al-Jihad Al-Islamy, dan Front Rakyat Demokrat dan Inisiatif Nasional (dua faksi terakhir ini adalah peserta di dalam sidang Nasional yang terakhir) memboikot sidang kali ini sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan hegemonis yang diterapkan oleh Abbas dan Gerakan Fatah.

Dalam pidato singkat, Mahmoud Abbas, Presiden Otoritas,  mengulangi lagi lagu lama, tuntutannya bagi pengendalian Gaza, dan menuding gerakan perlawanan sebagai milisi-milisi, dan Hamas tidak menginginkan rekonsiliasi. Setelah pidato itu, sidang berlangsung secara tertutup jauh dari liputan media.

Menurut agendanya, sidang ini berkonsentrasi kepada transisi dari fase Otoritas sementara menuju diumumkannya Negara Palestina, tapi ini nampaknya semata-mata hanyalah sesi iklan yang baru, yang tidak mengubah perannya sebagai anak kekuasaan di bawah Penjajah Zionis, dan koordinasi keamanan dengannya dalam menghadapi gerakan perlawanan yang berupaya melawan Penjajahan yang memaksakan kekuasaannya secara efektif sebagai parasit di Tepi Barat.

Sementara itu, pejabat Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan bahwa berlangsungnya raker Dewan Pusat Palestina di bawah bayang-bayang boikot oleh semua faksi-faksi utama mencerminkan situasi keruntuhan dan terisolasinya kebijakan yang diderita oleh Fatah yang disebabkan oleh kebijakan yang egoistis dan monopoli politik.”

Sidang Dewan Pusat ini bertepatan dengan sidang sejumlah faksi Palestina di Kairo yang sedang melakukan dialog dengan para petinggi intelejen Mesir terkait “perdamaian” dan gencatan senjata, selain masalah rekonsiliasi Palestina. (i7).

——————————

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 15/08/2018,  pukul: 07:58:38 sore.

, , , , ,

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *