Delegasi Kristen Desak Komunitas Internasional Akui Negara Palestina

Kebaktian Natal Ortodoks, diresmikan oleh Uskup Agung Alexios di Kota Gaza, Gaza pada 7 Januari 2020 [Mustafa Hassona – Anadolu Agency]


Sekelompok uskup dari Eropa dan Amerika Utara telah menyuarakan keprihatinan mereka yang mendalam atas penjajahan negara Zionis terhadap Palestina. Kelompok itu, yang mengunjungi kawasan regional ini setiap tahun untuk mempromosikan dialog dan perdamaian, menggambarkan situasi yang suram paska kembalinya mereka dari wilayah yang dijajah itu.

“Setiap tahun kami datang untuk bertemu dan mendengarkan orang-orang di Tanah Suci itu. Kami terinspirasi oleh ketahanan dan iman mereka yang mampu bertahan dalam situasi yang kian memburuk, ” demikian diungkapkan oleh kelompok yang beranggotakan 15 orang itu dalam sebuah pernyataannya.

Delegasi itu menyampaikan pesan rekan-rekan Kristen mereka di Palestina, yang memperingatkan bahwa banyak orang yang mengalami ” penguapan harapan bagi solusi yang berusia panjang.” Digambarkan bahwa mereka: “telah menyaksikan realitas ini sebagai orang pertama, khususnya bagaimana pembangunan pemukiman Yahudi dan tembok pemisah menghancurkan segala harapan bagi solusi dua negara yang yang saling berdamai. ”

Uskup-uskup di Palestina menyuarakan bahaya terkait kondisi kehidupan di bawah penjajahan negara Zionis, kepada delegasi Kristen tersebut, dengan menyatakan bahwa situasinya menjadi “semakin dan kian tak tertahankan.”

“Kenyataan pahit ini sangatlah jelas di Tepi Barat di mana saudara dan saudari kami bahkan tidak diperbolehkan memperoleh hak-hak dasar termasuk kebebasan berlalu lalang,” jelas kelompok itu. “Di Gaza, keputusan politik semua pihak telah menghasilkan terciptanya penjara terbuka, pelanggaran hak asasi manusia dan krisis kemanusiaan yang mendalam. Kami disambut oleh keluarga-keluarga yang fokusnya sekarang bertahan hidup dari hari ke hari dan yang aspirasinya dibatasi oleh hal mendasar seperti listrik dan air bersih, ”tambah kelompok itu.

Mereka mendesak kelompok-kelompok Kristen untuk menyaksikan secara langsung nasib rekan seagama yang hidup di bawah penjajahan negara Zionis. “Kami mendorong orang-orang Kristen di negara kami untuk berdoa dan mendukung misi ini. Penambahan jumlah orang untuk melakukan ziarah ke Tanah Suci sangat menggembirakan dan kami menyerukan kepada mereka yang datang untuk memastikan mereka bertemu dengan masyarakat setempat, ”kata mereka.

Dengan melibatkan pemerintah untuk membantu membangun sebuah solusi politik baru, yang berakar pada martabat manusia dan hukum internasional, mereka meminta pihak lain untuk mengikuti arahan atau bimbingan Paus dalam mengakui negara Palestina, sementara juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menolak dukungan politik atau ekonomi bagi pemukiman negara Zionis (i7).

—————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 17 Januari 2020, jam: 02:16 siang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *