De Mistura: Warga Sipil Dibunuh Dalam Skala Amat Mengerikan di Suriah

Utusan khusus PBB untuk Suriah telah memberikan peringatan bahwa kekerasan di negara ini adalah yang terburuk yang dia lihat sejak memegang jabatan tersebut empat tahun lalu.

Statemen Staffan de Mistura pada hari Rabu (14/02) muncul di saat AS dan Rusia saling menyalahkan di PBB atas konflik yang sedang berlangsung.

“Warga sipil telah dibunuh dalam skala yang mengerikan – laporan menunjukkan lebih dari 1.000 warga sipil hanya pada minggu pertama bulan Februari,” katanya kepada Dewan Keamanan PBB.

“Saya sekarang telah memegang jabatan empat tahun sebagai utusan khusus. Ini adalah kekerasan yang paling mengkhawatirkan dan paling berbahaya yang pernah saya lihat selama masa jabatan saya sejauh ini.”

De Mistura menyebutkan semua negara yang sekarang berperang di Suriah, termasuk operasi Turki di sekitar Afrin dan pemboman terus berlanjut oleh Pemerintah Suriah terhadap Ghouta Timur dan Idlib.

Dia berbicara tentang perkembangan dalam beberapa hari terakhir, termasuk serangan AS terhadap pasukan Assad di dekat Deir Al- Zour dan serangan udara Israel di Suriah termasuk pada target Iran. Namun kedua operasi tersebut kemudian dibela oleh Nikki Haley, Duta Besar AS untuk PBB.

“AS akan selalu memiliki hak untuk bertindak untuk membela dirinya”. “Rezim [Presiden Suriah Bashar al-Assad] telah menjadi front bagi Iran, Hizbullah, dan sekutunya untuk menjalankan agenda yang tidak bertanggung jawab dan berbahaya bagi Timur Tengah, “katanya kepada Dewan Keamanan.

Haley membela serangan AS terhadap pasukan Assad di dekat Deir Al-Zour. Dia mengkritik Rusia karena gagal menghentikan rezim Assad melakukan pengeboman dan pembunuhan terhadap warga sipil, yang memancing reaksi tajam dari perwakilan permanen Moskow di PBB, Vassily Nebenzia.

Nebenzia mengatakan AS dan sekutu-sekutunya harus menggunakan pengaruhnya atas kelompok oposisi untuk mencegah kekerasan.

Sementara itu, upaya perdamaian sederhana terbaru PBB berdasarkan hasil konferensi di Sochi Rusia sekarang terlihat meragukan.

De Mistura ingin memilih anggota komite baru untuk menghasilkan konstitusi baru bagi Suriah. Namun duta besar Suriah di PBB menolaknya.

“Para peserta konferensi tidak memberikan wewenang kepada De Mistura untuk membentuk komite ini,” kata Bashar al-Jaafari, diplomat Suriah.

Sebelumnya pada hari Rabu, konvoi bantuan pertama sejak November dikirim ke Ghouta Timur, sebuah daerah kantong pemberontak di sebelah timur Damaskus.

Para diplomat menunjukkan pada pola yang biasa dan sinis dari pemerintah Suriah. Hanya ketika Suriah berada dalam sorotan internasional, sejumlah kecil bantuan akhirnya dikirimkan (Aljazeera/i7).

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *