Daftar Hitam Internasional bagi Perusahaan Pemukiman Yahudi Hantui Penjajah Zionis

Oleh: Maha Al-Awawdeh


Al-Barghouti: “Ada 85 perusahaan Zionis dan internasional yang akan masuk daftar hitam oleh Dewan Hak Asasi Manusia bulan depan.”

Safadi: PBB seharusnya tidak tunduk pada tekanan Zionis dan Amerika  terkait daftar hitam tersebut.”

Setelah pukulan pertama yang dialami oleh Penjajah Zionis terkait keputusan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk dimulainya penyelidikan atas kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina, Penjajah Zionis diperkirakan akan kembali mendapatkan pukulan yang kedua, melalui resolusi yang masih menanti persetujuan dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB perihal perusahaan-perusahaan Zionis dan perusahaan-perusahaan internasional yang beroperasi di pemukiman Yahudi ke dalam daftar hitam.

Penjajah Zionis akan dituntut secara hukum atas pelanggaran hukum internasional, karena beroperasi di atas tanah yang dijajahnya. Tapi banyak ahli memperkirakan bahwa Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia akan menghadapi tekanan besar dari Zionis dan Washington yang mencegah diterbitkannya daftar hitam tersebut, yang memuat di dalamnya beberapa perusahaan yang beroperasi di pemukiman Yahudi.


85
Perusahaan Terdaftar

Sementara itu, Sekjen Inisiatif Nasional Palestina, Mustafa Al-Barghouthi mengatakan kepada Majalah Al-Mojtama: 85 perusahaan Zionis dan perusahaan internasional akan dimasukkan dalam daftar hitam bulan depan, dan ini dianggap sebagai pencapaian penting bagi rakyat Palestina. Itu mesti akan memuat perusahaan-perusahaan yang beroperasi di pemukiman Yahudi, Dan jika perusahaan-perusahaan itu masuk dalam daftar hitam maka itu akan menjadi pukulan yang kedua bagi penjajah Zionis setelah kasus pidana internasional.

Al-Barghouthi menyerukan agar diberikan bantuan dan dukungan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB dalam memberikan suara bagi dimasukkannya perusahaan-perusahaan yang beroperasi di pemukiman Yahudi ke dalam daftar hitam.

Petinggi Palestina, Talaat Al-Safadi,  meminta Dewan Hak Asasi Manusia untuk tidak tunduk pada tekanan besar yang diberikan oleh Washington yang mencegah diterbitkannya daftar hitam tersebut, sambil menegaskan perlunya dilakukan kampanye diplomatik untuk diterbitkannya resolusi penting itu.

Pemberitahuan Daftar Hitam

Terkait hal tersebut, beberapa perusahaan yang beroperasi di pemukiman mengatakan bahwa mereka telah menerima pemberitahuan dari Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia akan kemungkinan dimasukkannya mereka ke dalam daftar hitam.

Selain itu, media-media Zionis telah menganalisa bahwa hal yang mendorong Dewan Hak Asasi Manusia untuk mengambil langkah ini adalah keputusan Pengadilan Internasional sebulan yang lalu ketika negara-negara Uni Eropa menuntut labelisasi produk yang berasal dari pemukiman bulan lalu.

Itu merupakan sebuah keputusan yang mengejutkan bagi Penjajah Zionis dan para pemukim Yahudi. Ditambah lagi, ini terjadi di saat meningkatnya tekanan diplomatik terhadap Penjajah Zionis dimana tiadanya pemerintahan yang kuat yang dapat memecah kebuntuan hukum dan politik bagi permasalahan yang sedang dihadapi negara Zionis saat ini. (i7)

————–

Sumber: www.mugtama.com, terbit 25 Desember 2019, jam: 11: 37.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *