Klip Video - Catatan Harian Seorang Gadis Palestina

 Janna Jihad Ayyad, gadis 11 tahun, warga desa Nabi Saleh yang terletak di Tepi Barat yang terjajah, adalah seorang jurnalis amatir termuda Palestina.

 

 

ZoominTV menyiarkan serial Janna Jihad, seorang aktivis muda Palestina yang masih berusia 11 tahun. Gadis yang tinggal di Nabi Saleh, sebuah desa di Tepi Barat, telah menjadi jurnalis amatir.

Serial ini disiarkan dalam acara “Pahlawan Lokal” milik saluran TV itu, menampilkan “cuplikan profil yang menyoroti kehidupan dan kisah nyata orang-orang yang berani menantang kemustahilan untuk mencapai kebaikan yang lebih besar.”

 

Episode ke-1: Bermain-main dengan bom

Pertama kali tayang pada bulan Februari tahun ini, serial ini bermula dengan menyajikan kebiasaan yang dijalani anak-anak dalam keseharian mereka di bawah penjajahan. Bermain dengan tabung bekas granat dan gas yang dipergunakan oleh pasukan Israel yang telah menjamah areal dekat rumah-rumah mereka. Janna di sini menjelaskan alasan mengapa dia memilih untuk menjadi seorang jurnalis dan berbagi impiannya tentang sebuah kehidupan yang normal.

“Saya memimpikan menjalani sebuah kehidupan yang lain: Kehidupan tanpa penjajahan. Hidup sebagaimana layaknya seorang anak kecil di dunia ini: bermain dengan sesuatu yang layaknya dimainkan oleh setiap anak di dunia ini. Tanpa harus terbangun di malam hari oleh suara bom di dekat jendela saya dan tentara-tentara yang  membangunkan saya dan membuat saya ketakutan di tengah malam. Tanpa harus melihat teman-teman saya dibunuh di depan mata saya. Tanpa harus melihat teman-teman terbaik yang ada di dekat saya ditangkap. Atau melihat ibu saya dilukai, dan melihat rumah saya dihancurkan. Saya hanyalah seorang anak yang bermimpi untuk hidup normal.”

 

 

Episode ke-2: Penyerangan

Berbagi cerita tentang Muhammad, sepupunya yang berusia 14 tahun. Muhammad ditembak tepat di kepalanya oleh tentara Israel dalam sebuah serangan di desa mereka hingga menyebabkan kerusakan besar pada tengkoraknya. Dalam episode ini Janna menggambakan bagaimana rasanya hidup dalam rasa takut akan penyerangan yang terus menerus.

 

 

Episode ke-3: Terjebak

“Aku belum pernah melihat laut,” kata seorang anak kepada Janna, “hanya pernah di foto saja.”

Jurnalis cilik ini membahas pembatasan pergerakan terhadap warga di Palestina yang terjajah. “Kami seperti berada di dalam sebuah penjara yang sangat besar, dimana kami tidak dapat bepergi ke mana pun tempat yang kami inginkan,” kata Janna, saat berbagi sejumlah wawancara yang dilakukannya dengan anak-anak lain di desanya.

“Saya tidak ingin Penjajah mencegah kami untuk bisa bepergian,” kata seorang anak lainnya. “Kami ingin bepergian kapan pun kami suka. Tidak perlu ada Penjajah yang menembak kami dan melarang kami untuk bisa bepergian.”

 

Episode ke-4: Hari-hari Ahed

Dalam episode keempat, Janna berbagi cerita tentang Ahed Tamimi (Klik untuk membaca: “Ahed Tamimi: Srikandi Cilik dari Palestina”), sepupunya yang ditangkap karena menampar seorang tentara Israel pada bulan Desember lalu. Itu terjadi  setelah sepupunya, Muhammad (Klik untuk membaca: “Muhammad: Bocah dengan Cedera Mematikan tidak Hentikannya dari Tuntutan Penjajah”), ditembak di kepalanya. Ahed lalu dijatuhi hukuman delapan bulan penjara.

“Ini Sangat sulit baginya, terutama karena dia di tahun terakhir kelulusan sekolahnya. Dan ini  juga sangat sulit bagi kami karena kami adalah keluarganya, dan teman-temannya. Sangat sulit bagi saya, saat ini saya merasa sangat kehilangan dirinya, atau ini seperti kehilangan sebagian anggota tubuh saya. Saya merasa kesepian dan merasa sangat sedih. ”

 

 

Episode ke-5: Mimpi Buruk

Di dalam episode terakhir dari serial ini, Janna menggambarkan kesulitan hidup yang terjadi di Desa Nabi Saleh. Dalam istilahnya, “sebuah mimpi buruk yang nyata dengan atmosfir yang dipenuhi rasa takut, rasa sakit dan kehilangan, di mana aksi protes, kerusuhan dan penembakan adalah norma biasa dalam kehidupan sehari-hari (i7).

 

——-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 22/05/2018 – jam: l 3:08 siang.

, , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *