Video - Burung-burung di Masjidil Aqsha

Oleh: Lulu Basmah

Emosi iman, perasaan yang bergairah, suasana yang indah dan kekhusukan dalam shalat, berikut suara-suara burung yang lincah nan indah yang memperdengarkan kicauannya kepada para jamaah, semua itu dialami para jamaah di halaman dan area Masjid Al-Aqsha yang diberkati, khususnya hari-hari ini dalam sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan.

Tetapi hal yang paling mencolok adalah burung-burung yang tak pernah kelaparan. Para jamaah mengumpulkan roti yang tersisa di area Masjid Al-Aqsha untuk dimakan burung-burung dan tidak pernah mengenal kelaparan di Masjid Al-Aqsha.

Sungguh, orang Palestina yang mengunjungi Masjid Al-Aqsha untuk pertama kalinya pun akan takjub dengan keindahan Dome of the Rock yang berkubah emas. Ditambah dengan suara-suara indah yang berasal dari lantunan para pembaca Al-Quran, berpadu dengan suara burung-burung.

Suhad Abu Jumaa, gadis Palestina dari Jenin mengatakan bahwa dia menangis ketika pertama kali memasuki Masjid Al-Aqsha dan melihat Kubah Shakhrah. Dia bersujud syukur, menangis dan berdoa kepada Allah untuk membebaskan Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha dari cengkeraman penjajah Zionis.

Haji Mahmud Sunainih dari Silwan, mengumpulkan roti dan memotong-motongnya. Dia menaruhnya di tumpukan roti di depan pintu masuk ke Masjid Al-Aqsha yang diberkati. Dia mengatakan, “Daripada dibuang di tempat sampah, burung-burung ini lebih berhak untuk mendapatkannya; mereka berkicau memperdengarkan suaranya yang indah dan meningkatkan suasana manis dan lembut, keindahan di atas keindahan.”

Sementara itu Ummu Salma Dweikat, dari Ramallah, mengatakan, “Saya beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ini. Alhamdulillah kami meletakkan remah roti dan nasi untuk dimakan burung-burung. Shalat di area Kubah Shakhrah lebih baik dan lebih indah. Telinga mendengarkan suara berbagai jenis burung yang berada di atas pohon di area Masjid Al-Aqsha.”

Halima Alawinah, dari Nablus, lesehan di bawah pohon zaitun. Dia bersama keluarganya memberikan makan burung-burung dengan biji-bijian gandum dan barley, yang ia beli khusus untuk memberi makan burung-burung di Masjid Al-Aqsha.

Alawinah mengatakan, “Saya membeli gandum dan barley untuk memberi makan burung-burung di Masjid Al-Aqsha, juga burung merpati. Saya menghabiskan waktu yang indah dalam ibadah dengan kicau suara burung. Mereka bertasbih dengan kicaunya kepada Allah sebagai kami bertasbih kepada Allah.”

Jumlah jamaah di sepuluh hari terakhir Ramadhan semakin banyak. Mereka datang dari berbagai wilayah di Tepi Barat dan wilayah Palestina yang terjajah oleh penjajah Zionis sejak tahun 1948, serta dari kota tua Al-Quds itu sendiri.

Namun sekitar 2 juta warga Jalur Gaza tidak bisa menunaikan shalat dan beribadah di Masjid al-Aqsha akibat blokade yang mencekik dari darat, laut dan udara. (LB)

 

, , ,

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *