Bolton Akan Umumkan Penutupan Kantor PLO di Washington dan Ancam Pengadilan Kriminal Internasional


Pemerintah AS berencana mengumumkan pada hari Senin (10/09) penutupan kantor Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di ibukota AS, Washington, seperti dilansir oleh Wall Street Journal pagi hari ini, yang diumumkan oleh Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton.

Bolton telah diagendakan untuk membuat pengumuman sesuai draft pengumuman yang telah diterbitkan oleh surat kabar tersebut bahwa “Amerika Serikat akan selalu berdiri di samping teman dan sekutu kami “Israel”,” dan bahwa “Pemerintah Amerika Serikat tidak akan pernah membiarkan kantor (PLO) buka jika pihak Palestina menolak dimulainya perundingan langsung dan berarti bersama “Israel”.”

Pengumuman AS ini dibuat setelah sebelumnya telah diambil beberapa tindakan yang dikatakannya mentarget Otoritas Palestina. Yang paling terakhir yaitu pemutusan dana lebih dari 20 juta dolar yang dialokasikan untuk beberapa rumah sakit di Yerusalem yang dijajah. Sebelum itu AS telah membatalkan bantuan kepada badan PBB UNRWA dan menghentikan seluruh bantuan finansial kepada Otoritas Palestina, satu bulan pasca pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem dan pengakuan Yerusalem sebagai ibukota “Israel”.

Tetapi langkah Amerika tidak hanya terbatas kepada rakyat Palestina saja, dimana Bolton berencana, seperti dilaporkan surat kabar itu, mengancam menerapkan sanksi kepada ICC (Pengadilan Kriminal Internasional), jika ia merespon tuntutan Palestina dan memulai penyelidikannya terhadap Amerika Serikat dan Israel. Dan dinyatakan dalam draft pernyataan itu bahwa “Jika kami diadili, kami dan Israel atau sekutu lainnya, maka kami tidak akan tinggal diam.”

Di antara yang sedang dipelajari Amerika Serikat adalah langkahnya melawan ICC yaitu melarang para hakim dan jaksa yang bekerja untuk ICC masuk ke Amerika Serikat. Ditambah lagi dengan “menerapkan sanksi atas dana-dana mereka di bank-bank Amerika, dan kami akan tuntut mereka di pengadilan Amerika”, seperti dinyatakan dalam draft Bolton, yang menambahkan “kami akan melakukan hal yang sama kepada perusahaan atau negara mana saja yang membantu ICC dalam menegakkan peradilan melawan orang-orang Amerika.”

Ini bukan kali pertama dimana kantor PLO di Washington menjadi ajang perdebatan. Tahun lalu Pemerintahan Trump telah mengancam akan menutupnya, pasca Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengumumkan niatnya mengajukan kepada Pengadilan Kriminal Internasional dan lembaga internasional lainnya untuk mengadili para pejabat “Israel”.

Adapun mengenai alasan penutupan kantor PLO, Bolton dijadwalkan akan menjelaskan bahwa penutupan ini mencerminkan “kekhawatiran Kongres” akan “upaya Palestina yang mengarah kepada penyelidikan tindak kriminal internasional terhadap “Israel”,” bukan malah berupaya mengumumkan bahwa pemerintah Trump “masih tetap berkomitmen terhadap negosiasi untuk mencapai Perjanjian perdamaian antara Israel dan Palestina (i7).

—————————-

Sumber: www.arab48.com, terbit: 10/09/2018, jam: 07:23.

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *