Berita Kehancuran Yahudi

 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ، فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ، فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ: يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ، إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ» (رواه مسلم)
 
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan datang hari iamat sampai kaum Muslimin memerangi bangsa Yahudi. Sampai-sampai kaum Muslimin membunuh mereka hingga orang-orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, inilah orang Yahudi, kesini dan bunuhlah dia!’ kecuali pohon Ghorqad, karena ia adalah pohon orang-orang Yahudi.” (HR Muslim)
 
Bukhari meriwayatkan hadits ini (no. 2925) dan Muslim (no. 2921), hadits shahih
 
Tentu saja kita sering mendengar hadits di atas. Bahkan mungkin banyak yang hapal. Kita sangat yakin bahwa hadits ini akan terbukti. Cepat atau lambat. Hanya masalah waktu. Hadits ini menjadi motivasi bagi kaum Muslimin, khusunya bangsa Palestina bahwa seberapapun kekuatan penjajah, Israel, pada saatnya mereka akan tumbang dan apa yang disebut negara Israel akan berakhir. 
 
Kapan peristiwa itu terjadi? Menurut keterangan hadits lain yang serupa bahwa perang tersebut terjadi di akhir zaman, saat Isa turun ke bumi di saat mana Dajjal pun muncul. Saat itu bangsa Yahudi berperang di bawah komando Dajjal, “70 ribu orang Yahudi Asfahan mengikuti Dajjal dan mereka mengenakan syal.” (Muslim)
 
Hadits ini juga menjelaskan bahwa perang yang akan terjadi adalah antara kaum Muslimin melawan Yahudi, bukan hanya bangsa Arab dan Palestina saja. Maka Rasulullah saw. mengatakan dengan redaksi Al-Muslimun (orang-orang Islam) dan Abdallah (hamba Allah), bukan dengan redaksi Al-‘Arab (orang Arab) atau Filisthini (orang Palestina). Ini menunjukkan bahwa persoalan Palestina dan Al-Quds dimana Masjidil Aqsha ada di dalamnya bukan hanya persoalan bangsa Arab dan Palestina. Juga bukan tanggung jawab mereka saja. Kaum Muslimin bahkan semua hamba Allah memiliki tanggung jawab terhadap masalah besar Al-Quds dan Masjidil Aqsha. 
 
Kenyataannya penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Yahudi terhadap Palestina dan Al-Quds bukan semata-mata persoalan agama, kendatipun kaum Muslimin memiliki landasan agama dalam hal ini, karena ini terkait dengan tempat suci mereka. Penjajahan bangsa Yahudi juga erat kaitannya dengan masalah kemanusiaan dan HAM. Betapa pelanggaran kemanusiaan dan HAM mereka lakukan di bumi Palestina. Maka hadits di atas tidak hanya menyeru kaum Muslimin, tapi semua hamba Allah yang memiliki rasa keadilan dan kasih sayang, yang menolak kezaliman dan kesewenang-wenangan terjadi antar sesama manusia juga dipanggil, jadi persoalan Al-Quds dan Masjidil Aqsha juga masalah kemanusiaan. Hendaknya bangsa manusia bahu-membahu dalam menghasung kezaliman dan menegakkan keadilan dimanapun adanya. Penjajahan dan kezaliman harus diberantas karena ia bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
 
Bertahannya bangsa Palestina hingga saat ini dalam rangka mempertahankan negeri mereka adalah bukti bahwa kaum Muslimin tidak akan habis dan bahwa mereka tidak akan dikalahkan. 
 
Pelajaran dari Hadits:
 
1. Bahwa pada akhirnya bangsa Yahudi akan dikalahkan dan negara Israel akan tumbang oleh orang-orang Islam dan hamba Allah yang beriman
2. Tidak boleh gentar apalagi pesimis karena beratnya perjuangan dan kuatnya musuh dari berbagai aspek.
3. Kaum Muslimin harus selalu optimis dan tidak kehilangan harapan kendatipun mereka dalam kondisi lemah dan berpecah belah. Justru mereka harus menggalang kekuatan dan persatuan untuk segera mewujudkan apa yang dijanjikan Nabi saw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *