Bergaun Putih dan Terbelenggu : Gadis-gadis Gaza Kisahkan Penderitaan Tahanan Wanita

Gadis-gadis di remaja, mengenakan gaun putih, memborgol tangan-tangan mereka dengan belenggu seperti di penjara, masing-masing membawa foto seorang tahanan wanita di penjara penjajah. Mereka menyampaikan pesan kepada dunia tentang penderitaan yang dialami oleh para tahanan wanita Palestina.

Ahed Tamimi, Isra Aldjaabis, Malak Sulaiman, Murh Bakir, Arij Hoieshh, Lima al-Bakri, dan Ward Amasi, adalah sebagian dari foto-foto  tahan wanita yang diapit oleh gaun-gaun putih yang mewakila 62 orang tahanan wanita yang masih mendekam dalam tahanan penjara-penjara Penjajah.

Aksi ini diselenggarakan oleh Departemen Aksi Perempuan terafiliasi kepada Gerakan Al-Jihad Al-Islam di Palestina pada malam Hari Tahanan Palestina ke-17, yang memadati jalan menuju ke markas Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di Kota Gaza.

Sementara itu, Daoud Shehab, Pimpinan Kantor Media dalam Gerakan Al-Jihad Al-Islami, menekankan perlunya menyuarakan dan mengangkat nama-nama  para tahanan wanita itu di mana-mana. Karena menurutnya berdiam diri dari menuntut hak para tahanan dan narapidana itu, serta berhenti bekerja untuk pembebasan mereka, merupakan pencapaian tujuan bagi para algojo-algojo Zinonis.

Shehab menegaskan bahwa perlawanan ini dilakukan dengan kerja keras, dan tidak pernah menyisakan kegigihan demi terbebaskanya para tahanan laki-laki dan tahanan perempuan di penjara-penjara penjajah.

Dia menambahkan bahwa aksi hari ini membawa pesan kehidupan dan kebebasan kepada para tahanan di penjara Penjajah, yang telah berubah menjadi gudang kematian dan kuburan bagi tahanan laki-laki dan tahanan perempuan.

Aminah Hamid, Jubir Aksi Wanita dalam Gerakan Al-Jihad Al-Islami, menegaskan bahwa aksi ini dilakukan dalam kerangka aksi solidaritas terhadap para tahanan yang berada di penjara-penjara Penjajah dan lebih khusus lagi para tahanan wanita yang menderita dua kali lipat di penjara-penjara Penjajah.

Aminah menggambarkan penderitaan yang dialami oleh para tahanan di penjara, kesulitan situasi dalam penjara, peraturan yang ekstra ketat, buruknya layanan kesehatan, adanya tahanan wanita yang di bawah umur, tahanan wanita yang sedang sakit dan menderita luka-luka. Ini belum lagi keadaan mereka yang menyedihkan dan larangan bagi tahanan wanita ini bertemu dengan anak-anak mereka (i7)

—–

Sumber: www.palinfo.com

Terbit: 16/04/2018 – 06:54:51 sore.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *