Beginilah Cara ‘Israel’ Lampiaskan Dendam kepada Tahanan Wanita Palestina!


Ramallah – Ketua Lembaga organisasi Tahanan dan Mantan Tahanan mengatakan: “ bahwa manajemen penjara ‘Israel’ sengaja menghukum para tahanan wanita di penjara ‘Hasharon’ dengan memindahkan mereka ke penjara ‘Damon’ yang sudah penuh sesak; sebagai reaksi atas aksi protes mereka dengan  cara melarang mereka keluar ke aula  luar sel (Faurah- red).

Para tahanan wanita di penjara ‘Hasharon’ sebelumnya menolak untuk keluar ke ‘aula luar sel’ karena manajemen penjara memasang kamera CCTV di dalamnya, hal yang belum pernah dilakukan sama sekali sebelumnya.

Organisasi tahanan tersebut menjelaskan dalam keterangan persnya pada hari Senin (03/12) bahwa para tahanan wanita di penjara ‘Damon’ mengalami penderitaan yang berlapis, dimana jumlah tahanan wanita ada 51 orang, diantaranya 22 ibu-ibu, 2 anak wanita belum cukup umur, 19 dalam masa penangguhan, dan 32 telah dijatuhi hukuman, dan 2 orang dalam masa tahanan administratif.

Organisasi itu mencatat bahwa, meskipun aksi protes yang dilakukan oleh para tahanan untuk mempertahankan hak-hak mereka dan sama sekali tidak menyentuh isu pembebasan di ‘Hasharon’, tapi ini tidak menghalangi pihak manajemen penjara ‘Damon’ untuk melanjutkan mereka mengambil tindakan provokatif terhadap tahanan.

Organisasi tahanan itu menegaskan bahwa kamera CCTV masih terpasang di aula luar sel, yang memaksa para tahanan untuk tetap mengenakan pakaian shalat, hingga di dalam kamar-kamar mereka terpaksa untuk tetap mengenakan pakaian shalat dan memakai hijab secara sempurna, dikarenakan kamar mereka berada di depan kantor-kantor manajemen para tahanan, hal ini tentu saja membatasi kebebasan mereka.

Organisasi tahanan itu menambahkan bahwa manajemen penjara ‘Damon’ tidak berhenti dengan melakukan pelanggaran privasi terhadap tahanan saja, tetapi mereka juga menambahkan hukuman ofensif yang nampak dari pelarangan kepada para tahanan wanita memasuki kamar mandi kecuali pada waktu dibukanya aula luar penjara (Faurah), dan menahan sebagian besar kebutuhan para tahanan penjara ‘Hasharon’ yang baru-baru ini dipindahkan.

Manajemen penjara juga memotong jam dibukanya aula luar sel, ditambah lagi secara sengajanya pimpinan penjara mengunjungi aula luar sel di waktu dibukanya aula tersebut, hal ini membuat para tahanan wanita kembali menuju kamar-kamar mereka dan mengunci areal itu, sehingga ini menghalangi mereka dari mendapatkan hak-hak mereka yang paling sederhana untuk menikmati jam-jam di luar aula sel sebagaimana mestinya.

Aula untuk bersantai dan bersih-bersih di penjara (di Timur Tengah – red) dikenal dengan sebutan ‘faurah’, yaitu fasilitas bagi para tahanan untuk melakukan olahraga jalan kaki, dan mendapatkan paparan sinar matahari.

Data statistik Palestina yang terbaru menyatakan bahwa jumlah tahanan Palestina yang mendekam di penjara-penjara ‘Israel’ berjumlah sekitar 6.500 orang, termasuk 350 anak-anak, dan 62 wanita, dan 6 orang anggota Dewan Legislatif (DPR), dan 500 tahanan administratif (tanpa tuduhan), dan 1.800 tahanan dalam kondisi sakit (i7).

——————–

Quds Press

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 03/12/2018 – 03:06:14.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *