Beberapa Syahid dan 618 Lainnya luka-luka Dalam "Jutaan Untuk Yerusalem" di Gaza



Tiga warga Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka Jumat sore (08/06/2018) saat pasukan Penjajah Israel menyerang dengan timah panas dan bom gas air mata kepada peserta “Jutaan Untuk Yerusalem” di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza.

Pusat Informasi Palestina (PIP), melalui awaknya yang berada di timur Jalur Gaza, dan mengikuti pernyataan dari kemeterian kesehatan secara terus menerus, dimana terakhir melaporkan bahwa jumlah korban telah mencapai 618 orang dan 3 lainnya gugur sebagai syuhada.

Syuhada tersebut antara lain Ziad al-Barim, 25 tahun, di timur Khan Yunis, dan Imad Abu Darabi, 21 tahun, di Jalur Gaza utara, dan Haytham Abu Jamal, 14 tahun, di timur Rafah.

Haytham Abu Jamal, 14 tahun, gugur sebagai salah seorang syuhada di timur Rafah pada Jumat ke-empat “Jutaan Untuk Yerusalem”

Menurut sumber media, lima wartawan terluka saat meliput peristiwa “Jutaan Untuk Yerusalem” di timur Jalur Gaza, termasuk fotografer kantor berita Perancis, Muhammed Al-Baba dan koresponden Voice of Al-Aqsa, Ismail Abu Omar.

Menurut koresponden PIP bahwa penjajahan Israel membidikkan serangan bom-bom gasnya kepada kru-kru paramedis di kamp Kepulangan di timur Kota Gaza, dimana telah tiba delegasi dari kafilah “Amyal min-al-ibtisamaat” di kamp tersebut.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa penjajah telah membidik secara langsung mobil-mobil ambulan di sebelah timur Khan Younis, yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya kaca bagian depan.

Siang itu, masyarakat Palestina berbondong-bondong mendatangi kamp-kamp pengungsi di Jalur Gaza timur untuk berpartisipasi dalam Pawai Kepulangan Akbar yang mengusung tema “Jutaan Untuk Yerusalem.”

Koresponden PPI mengatakan bahwa massa mulai mengalir ke tenda-tenda Kepulangan segera setelah shalat Jumat untuk berpartisipasi dalam kegiatan “Jutaan Untuk Yerusalem” dengan tujuan untuk menegaskan hak kepulangan dan identitas Islamnya kota Yerusalem, dan menuntut diakhirinya pengepungan tidak adil yang diterapkan di Jalur Gaza.

Segera setelah para peserta tiba di tenda-tenda Kepulangan yang tersebar di timur Jalur Gaza, mulailah pasukan Penjajah Zionis menghujani mereka dengan bom-bom gas air mata, dan menembakkan timah pas.

Koresponden PIP melaporkan: Para demonstran mulai membakar ban karet di beberapa titik terlapis, dalam upaya untuk menghalangi pandangan dari penembak jitu tentara Penjajah.

Menurut media “Israel”, tiga tentara mengalami luka karena menghirup asap pasca kebakaran yang terjadi di Eshkol akibat dari layang-layang kertas pembakar.

Seorang pemukim Zionis tercekik nafasnya akibat kebakaran di daerahnya yang terjadi sejak pagi hari itu

Reporter PIP mengatakan bahwa kebakaran terjadi di beberapa lokasi yang berbeda di “Gilav Gaza” akibat layang-layang dan balon-balon pembakar yang diterbangkan dari Jalur Gaza.

Dan fajar hari itu, sebuah pesawat milik Penjajah Zionis melemparkan bom-bom pembakar ke tenda-tenda Kepulangan di timur Rafah, dan utara Jalur Gaza yang menyebabkan sejumlah kebakaran di dalam perkemahan.

Menurut  PIP, pesawat itu maju melemparkan api yang membakar ke tenda-tenda kepulangan dan tempat berkumpulnya ban-ban karet yang telah disiapkan untuk aksi “Jutaan Untuk Yerusalem” di timur Rafah.

Hansip di lokasi tersebut bergegas ke tempat kejadian dan bekerja memadamkan api yang telah membakar beberapa tenda.

Maka total 129 warga Palestina telah gugur sebagai syuhada (6 diantaranya ditahan oleh Penjajah), termasuk 13 anak-anak dan ibu-ibu, dan 13.672 orang lainnya menderita luka-luka akibat penindasan yang dilakukan militer Penjajah dimana mereka membidik para demonstran aksi damai di dekat kawat pengaman di Gaza, terhitung sejak 30 maret 2018. (i7)

——

Sumber: www.palinfo.com, terbit: Jumat, 08/06/2018, – 01:56:45 siang.

 

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *