Bangkitkan Solidaritas Palestina, Pria Afrika Menangkan Rekor Dunia Guinness

Kamil Suleiman dari Cape Town menjadi pemecah Rekor Dunia Guinness setelah berlari maraton tercepat berpakaian sebagai leprechaun, semuanya dilakukan dalam rangka solidaritas untuk Palestina.  

Pada BMW Berlin Marathon tahun ini di Jerman, Suleiman berhasil melewati garis finish hanya dalam waktu kurang dari tiga jam, yaitu dalam waktu 2: 58,01, sambil mengibarkan bendera Palestina.  

Dalam pertandingan itu, pria Afrika ini mengenakan kostum leprechaun serba hijau dan janggut yang beri warna merah. Pengembang perangkat lunak kelahiran Ethiopia ini berhasil membuktikan dedikasinya dalam keinginan demi meningkatkan kesadaran terhadap “perjuangan Palestina”.

“Ini adalah hal yang ugal-ugalan namun tidak ofensif. Saya bermaksud melakukan hal ini demi Palestina, ”katanya kepada surat kabar Afrika Selatan TimesLive.

“Saya menganggap diri saya sebagai seorang kelahiran Ethiopia, berkewarganegaraan Afrika Selatan dimana saya tinggal, dan berhati Palestina.”

Dia telah tinggal di Afrika Selatan selama hampir 16 tahun setelah berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan studinya di bidang Astrofisika di Universitas Cape Town.

Dalam situs resmi Rekor Dunia Guinness dinyatakan: “Maraton tercepat dengan baju leprechaun (pria) mencatat rekor 2 jam 58 menit 01 detik, berhasil dipecahkan rekornya oleh Kamil Suleiman (Afrika Selatan) pada BMW Berlin Marathon, di Berlin, Jerman , pada 29 September 2019. Kamil mengenakan kostum leprechaun keseluruhan dengan janggut yang diberi warna merah. “

Perlombaan Berlin ini dimenangkan oleh Eliud Kipchoga, pemenang maraton Olimpiade 2016 dengan rekor waktu 2: 01.39.

Tahun ini merupakan usaha Suleiman yang kedua dalam mengikuti pertandingan dengan catatan rekor yang sama karena dia telah ikut serta dalam Marathon London tahun lalu, di mana dia gagal meraih penghargaan karena telat hanya 15 detik selesai pada 02:59:45.

“Tahun ini saya ikut lagi dan membalas dendam dan mencatat rekor 89 detik lebih cepat dari  waktu tepatnya.”

Dia turut serta dalam tagar Twitter # Berlin4Palestine untuk menyoroti kondisi rakyat Palestina yang terusir, dia menambahkan: “Ini benar-benar luar biasa. Ketika Anda memiliki perasaan yang demikian mendalam, hal pertama yang terjadi adalah kejutan. Dibutuh beberapa saat untuk menenggelamkan diri dan meresap.

 “Ini adalah sesuatu yang saya lakukan demi satu perjuangan, tetapi saya hanyalah orang biasa. Seorang yang sehari-harinya harus bekerja.”

Tahun ini, keseluruhan ada 16 judul Rekor Dunia Guinness berlangsung di BMW Berlin Marathon pada tanggal 29 September, menjadikannya sebagai tahun paling populer hingga kini.

Beberapa pemecah rekor tahun ini termasuk maraton tercepat dengan kostum roket, maraton tercepat berkostum supervillain dan maraton tercepat berpakaian vampir. (i7)

————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 7 Oktober 2019, jam: 0 3:50 sore.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *