Baitul Maqdis adalah Negeri yang Aman

عَنْ ‏ ‏أَبِي عِمْرَانَ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏ذِي الْأَصَابِعِ ‏ ‏قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ‏ ‏إِنْ ابْتُلِينَا بَعْدَكَ بِالْبَقَاءِ أَيْنَ تَأْمُرُنَا قَالَ عَلَيْكَ ‏ ‏بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ ‏ ‏فَلَعَلَّهُ أَنْ يَنْشَأَ لَكَ ذُرِّيَّةٌ ‏ ‏يَغْدُونَ ‏ ‏إِلَى ذَلِكَ‏ ‏الْمَسْجِدِ وَيَرُوحُونَ
 
Dari Abu Imran dari Dzul Ashabi’, dia berkata, bahwasaya aku bertanya, “Ya Rasulullah, sekiranya kami diuji perihal (tempat) tinggal sepeninggalmu, kemanakah engkau akan perintahkan kami? Beliau menjawab, ‘Hendaknya kamu pergi ke Baitul Maqdis!’ sehingga Allah memberikanmu keturunan yang mereka pergi dan kembali ke masjid itu,”. 
 
Hadits riwayat Ahmad di Al-Mausu’ah (16632), dia mengatakan sanadnya lemah karena lemahnya Utsman bin Atha’ yuitu Abu Muslim Al-Khurasani, dan terdapat perbedaan pendapat tentang hal itu. Selain dia, perawinya tsiqah. Namun demikian Abu Imran – orang Anshar dan penduduk Syam – Sulaim bin Abdullah, dimana Abu Hatim mengatakan bahwasanya dia orang shalih. Al-Hafidz di At-Targhib mengatakan bahwa ia orang yang shaduq (jujur). Juga disebutkan oleh Ibnu Hibban di At-Tsiqat. 
Hadits ini juga dikeluarkan oleh At-Thabrani di Al-Mu’jam Al-Kabir (4238), Ibnu Hibban di Usdul Ghabah vol. 2 hal 170. Al-Baghawi di As-Sunnah (4010). Ibnul Jauzi di Fadhail Bait Al-Quds hal. 93. Dhiya’ Al-Maqdisi di Fadhail Bait Al-Maqdis hal. 38 dan ia  mengatakan bahwa sanad hadits ini lebih utama untuk dianggap benar, dan Al-Haitsami di Majma’ Az-Zawaid vol. 4 hal. 7 mengatakan hadts ini hasan.
Al-‘Allamah Syuaib Al-Arnauth menghukumi bahwa hadits tersebut shahih.
Hadits ini menjelaskan tentang keutamaan kota Baitul Maqdis. Keberkahan yang telah diberikan Allah kepadanya berlaku sepanjang masa, termasuk di akhir zaman dimana fitnah merebak. Saat itu tidak ada tempat yang aman kecuali di Baitul Maqdis dan sekitarnya sebagaimana disebutkan di hadits-hadits lain tentang kemuliaan Baitul Maqdis dan sekitarnya. Keberkahannya membuatnya nyaman sebagai tempat tinggal, hingga anak-anak pun merasa aman dan nyaman di negeri itu. Hadits ini menjadi berita gembira bagi bangsa Palestina, bahwa apa yang terjadi pada dewasa ini dimana mereka sedang dijajah oleh bangsa Israel hingga Baitul Maqdis sekarang bukan menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk ditempati bagi kaum Muslimin, nanti kondisinya akan berubah pasca kemenangan yang diraih kaum Muslimin. Wallahu A’lam
 
Pelajaran dari hadits:
1. Sepeninggal Nabi, akan terjadi fitnah pada diri kaum Muslimin di berbagai negeri hingga membuat negeri itu tidak aman
2. Keberkahan Baitul Maqdis dan sekitarnya hingga layak sebagai tempat hijrah di akhir zaman
3. Optimis terhadap pertolongan Allah apapun yang dihadapi kini

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *