Baher Minta Mesir Buka Perlintasan Rafah Secara Total

Parlemen Palestina meminta secara resmi pemerintah Mesir agar membukan perlintasan Rafah menyusul penghancuran sejumlah terowongan perbatasan Mesir-Gaza. Mereka menegaskan, konsen untuk menjaga keamanan regional Mesir.

Wakil ketua parlemen Palestina, Dr. Ahmad Baher menganggap terowongan bagi rakyat Gaza bagaikan urat nadi kehidupan dan satu-satunya lubang untuk bernapas. Sejumlah bahan makanan dan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan untuk anak-anak kecil dan bayi disalurkan melalui terowongan.

Dalam keterangan persnya, Senin (2/9) tadi siang di perbatasan Rafah, Baher mengatakan, terowongan adalah jalan darurat bagi kami, sebelum perlintasan Rafah dibuka secara total. Janganlah Mesir menjadi penyebab laparnya sejumlah anak-anak Gaza, sebagaimana direncanakan Israel dan Amerika.

Atas nama pimpinan parlemen Palestina, Baher mengungkapkan kekhawatiranya yang mendalam akibat perkembangan terakhir, ketika ribuan rakyat Gaza saat ini menderita akibat dihancurkanya sejumlah terowongan perbatasan. Selain tentunya penganiayaan terhadap para nelayan dan ditutupnya perlintasan darat Rafah, menyebabkan penderitaan rakyat Palestina bertumpuk-tumpuk. Kondisi ini tentu bertentangan dengan kesepakatan dan undang-undang internasional terkait masalah kemanusiaan, sebagaimana termaktub dalam konsensu Jenewa ke empat tentang perlindungan rakyat sipil di saat perang.

Dengan ini parlemen Palestina meminta pemerintah Mesir membuka perlintasan Rafah secara total dan menghentikan segala tindakan sepihak di perbatasan, tukasnya.  (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *