Bahaya: 1500 Pemukim Zionis Nistakan Kesucian Masjid Al-Aqsa

Pemukim Zionis melakukan ritual Talmud, berjoged, dan mengibarkan bendera Israel di Masjid Al-Aqsha. Polisi Penjajah Zionis yang bertugas menjaga mereka, memukuli para penjaga Masjid dan warga Muslim yang ada di dalam masjid, dan menangkap sebagian dari warga Muslim. Saksikan video di bagian bawah laporan ini.

Keterangan foto: Hari ini 1.500 Pemukim Zionis sambut undangan berbagai kelompok Pemukim Zionis dan serbu Masjid Al-Aqsha. (Al-jazeera)

Departemen Wakaf Islam di Yerusalem mengumumkan tingginya jumlah pemukim yang menyerbu Masjid Al-Aqsa hari ini mencapai 1500 orang. Setelah itu berbagai pihak Palestina menerbitkan pernyataan  sikap atas apa yang sedang berlangsung saat ini.

Penyerbuan kali ini terjadi dua kali, pagi hari diikuti oleh 1.048 Pemukim Zionis, dan setelah zuhur dihadiri 450 orang Pemukim Zionis.

Masjid Al-Aqsa menjadi saksi ketegangan hebat yang telah menimbulkan korban cedera dan penangkapan saat pasukan Penjajah Zionis menyerang warga Palestina yang meneriakkan takbir sebagai kutukan terhadap Pemukim Zionis yang melaksanakan ritual keagamaan di pelataran masjid dan menaikkan bendera “Israel” di sana.

Departemen Wakaf Yerusalem dan Al Aqsha meminta negara-negara di dunia untuk campur tangan dan menghentikan apa yang terjadi di dalam Masjid Al-Aqsa yang diberkahi, untuk dipatuhinya resolusi UNESCO dan semua resolusi internasional.

Departemen tersebut menjelaskan bahwa Pemukim Zionis yang menyerbu Masjid Al-Aqsa itu melakukan doa dan ritual Talmud secara berjamaah dan teang-terangan dengan perlindungan polisi Penjajah dan Pasukan Khusus dengan perlengkapan senjata berat. Mereka menyerang, memukuli penjaga masjid dan warga yang berada di dalam masjid dan menangkap sejumlah orang dari dalam Masjid yang  mulia.

Dalam kaitan ini,  Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) meminta negara-negara Arab dan Islam untuk mengambil sikap yang jelas terhadap para pemukim yang menyerang Masjid Al-Aqsa dan mengangkat bendera Israel di halaman masjid.

Gerakan itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penyerbuan Masjid Al-Aqsa merupakan provokasi dan menantang perasaan masyarakat Arab dan kaum Muslimin. Hamas menyerukan rakyat Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem untuk berpartisipasi aktif dalam acara “Pawai Kepulangan” dan melakukan perlawanan terhadap militer Penjajah Zionis dan para pemukim ilegalnya.

“Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina”, mengatakan bahwa penyerbuan sekelompok besar pemukim Zionis ke Masjid Al-Aqsa merupakan upaya untuk memaksakan hegemoni “Israel” atas kota Yerusalem yang dijajah dan membuka front eskalasi lain terhadap putra-putri bangsa Palestina.

Front itu memperingatkan dalam pernyataannya bahwa eskalasi di kota Yerusalem ini akan dihadapi dengan eskalasi dan ledakan kerakyatan yang Penjajah atau siapapun tidak akan mampu untuk kendalikan.

Ahmed Abu Halabia, Presiden “Al-Quds Foundation International” di Palestina, memperingatkan “situasi ini amat berbahaya bagi Masjid Al-Aqsa dimana praktek ritual Talmud dilakukan secara terang-terangan dan bendera “Israel” dikibarkan serta aksi berjoged di dalam Masjid.”

Abu Halabia dalam pernyataannya mengutuk penyerangan oleh kepolisian “Israel” yang memukuli para penjaga Masjid Al-Aqsha. Terutama terhadap Sheikh Omar Aleksoani, Pimpinan Masjid Al-Aqsa, yang mencoba untuk mencegah para pemukim Zionis melanjutkan penistaan dan pelanggaran kesucian tempat yang mulia itu.

Perkembangan di Masjid Al-Aqsa saat ini terjadi pada saat otoritas Penjajah Zionis memutuskan untuk menutup beberapa jalan dan jalan di Yerusalem dan Kota Tua supaya memberikan kesempatan bagi ribuan pemukim untuk ikut serta dalam pawai yang menandai penjajahan Yerusalem Timur 51 tahun yang lalu (i7).

———-

Sumber: www.aljazeera.net, terbit: 13/05/2018.

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *