Awal Tahun 2020, Penjajah Zionis Mulai Ekspor Gas

Amman – Menteri Energi Israel, Yuval Steinitz, mengatakan pada hari Rabu (01/01), bahwa ekspor gas dari ladang Leviathan (yang berada di bawah kendali penjajah) ke Yordania telah dimulai, berdasarkan sebuah perjanjian yang ditandatangani antara kedua negara dan perusahaan “Noble Energy” Amerika sejak 2016, sambil menegaskan bahwa dalam waktu satu pekan hingga 10 hari kedepan, gas yang dihasilkan juga akan diekspor ke Mesir.

Steinitz menyatakan hal itu dalam wawancara yang dimuat situs “Yediot Aharonot”, di mana dia secara resmi mengumumkan dimulainya pemompaan gas dari ladang Leviathan pada Rabu pagi, pasca keberhasilan uji produksi di proyek Leviathan di lepas pantai negara itu pada hari Selasa.

Ekspor gas negara Penjajah Zionis ini dilakukan meskipun pertentangan yang terjadi di dalam negeri Yordania, dan permintaan kepada pemerintah untuk membatalkan perjanjian impor gas dari negara Penjajah Zionis, mengingat bahwa sejak dua tahun lalu, gas Penjajah Zionis telah mulai mengalir dari ladang Tamar ke Yordania.

Steinitz mengatakan: “Negara Penjajah Zionis telah menjadi sumber energi untuk pertama kalinya dalam sejarah. Ini terjadi sekarang dan di menit-menit ini, dan saya untuk pertama kalinya berada di sini mengumumkan bahwa negara ini pada saat ini telah menjadi sumber gas untuk ekspor ke Yordania …”.

Dia menambahkan: “Sekitar lima tahun yang lalu, ketika saya menguraikan tentang proyek gas ini, saya katakan bahwa selama masa jabatan saya, ladang Leviathan tidak boleh terus dalam kemacetan, sementara kita mati akibat polusi udara dari batu bara, ada yang mengatakan bahwa saya salah.”

Dia melanjutkan: “Ketika saya mengatakan dalam persidangan di Mahkamah Agung bahwa ada peluang untuk mengekspor gas negara Penjajah Zionis ke Mesir dan Yordania. Mereka katakan bahwa saya mencoba melakukan penyesatan para hakim. Kemudian ladang Leviathan berkembang dan kami menyaksikan turunnya tingkat polusi di negara ini.”

Menurut Menteri Energi negara Penjajah Zionis, dalam dua tahun ke depan pembangkit listrik tenaga batu bara di Hadera, dan kemudian stasiun Ashkelon akan ditutup. Keuntungan yang akan dihasilkan mencapai puluhan miliar dolar di tahun-tahun mendatang dari beroperasinya ladang gas Tamar dan Leviathan dan ekspor gasnya.
Steinitz sebelumnya mengumumkan keputusannya untuk mengotorisasi perusahaan-perusahaan negara Penjajah Zionis untuk mengekspor gas alam ke Mesir, di tengah-tengah berbagai harapan bahwa proses ekspor ini akan dimulai bulan ini.

Perusahaan-perusahaan negara Penjajah Zionis ini akan mengekspor 85 miliar meter kubik gas ke Mesir selama 15 tahun, dengan kesepakatan senilai 15 miliar dolar.

Permulaan produksi gas negara Penjajah Zionis ke Yordania dilakukan pada saat terjadinya gerakan rakyat yang menentang terus dilanjutkannya perjanjian impor gas negara Penjajah Zionis. Protes terus berlanjut di mana gerakan-gerakan yang menentang perjanjian gas tersebut meminta pemerintah Yordania untuk membatalkannya.
Dan kampanye nasional Yordania menyerukan agar dibatalkannya perjanjian gas dengan negara Penjajah Zionis, kepada Dewan Perwakilan Rakyat agar memikul tanggungjawabnya dalam rangka bekerja untuk membatalkan perjanjian impor gas tersebut.

Kampanye tersebut mengumumkan keadaan darurat nasional tertinggi, dan menyerukan kepada semua warga negara, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Pimpinan, partai-partai politik, dan lembaga-lembaga akar rumput dan kemasyarakatan untuk memikul tanggung jawab sejarah mereka dan menghentikan perjanjian yang digambarkan oleh kampanye itu sebagai bencana.

Sebagai tanggapan, pemerintah Yordania memperjelas, melalui pernyataan Menteri Energi Hala Zawati, dalam pertemuannya dengan Komite Energi Parlemen pada 23 Desember, bahwa “harga kerugian atas pembatalan perjanjian gas dengan Noble Energy adalah senilai $ 1,5 miliar sebagai klausul hukuman yang dilakukan dalam satu kali bayaran.”

Untuk menghindari klausul hukuman atas membatalkan perjanjian itu, parlemen Yordania 22 Desember memberikan izin kesepakatan darurat kepada para pengusul dari dewan untuk memberlakukan undang-undang yang melarang impor gas dari negara Penjajah Zionis, setelah memo parlemen ditandatangani oleh 58 anggota dewan, namun dewan itu belum pernah mengadakan sesi untuk membahas hal ini sampai hari ini.

Perusahaan Listrik Yordania mengatakan bahwa pihaknya akan memulai pemompaan percobaan gas negara Penjajah Zionis pada awal bulan pertama tahun baru ini, sebagai bagian dari perjanjian yang ditandatangani pada tahun 2016 dengan perusahaan Nobel Energy Amerika, yang memiliki konsesi untuk mengeksplorasi gas dengan aliansi beberapa perusahaan negara Penjajah Zionis dari ladang gas alam Leviathan di Laut Mediterania.

Perusahaan Yordania tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa “pemompaan percobaan bertujuan untuk menguji kesiapan teknis dari infrastruktur untuk memulai pemompaan yang sebenarnya, dan itu berlangsung selama 3 bulan, yang ditentukan dalam perjanjian, sebelum dimulainya penerimaan gas setiap hari, yang dimaksudkan untuk keperluan pembangkit listrik.”

Menurut Perusahaan Listrik Nasional Yordania, pihaknya akan menghemat sekitar 300 juta dolar melalui pembelian gas negara Penjajah Zionis, itu jika dibandingkan dengan pembeliannya dari pasar internasional.

Menurut perjanjian tersebut, volume harian yang akan dipompa ke Yordania dalam waktu 15 tahun adalah 300.000 unit termal Inggris, dimana keduabelah pihak setelah enam bulan membahas perjanjian yang memungkinkan pemompaan jumlah tambahan, termasuk juga memasukkan dalam teks salah satu syarat perjanjian menyatakan bahwa jika ada ladang gas yang ditemukan di Yordania, maka pembeli tidak berhak mengurangi persentase impor lebih dari 20% saja.(i7)
————-
Sumber: www.palinfo.com, terbit: Rabu, 1 Januari 2020 pukul 13:15.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *