ASPAC For Palestina Jadi Tuan Rumah TFT Kemanusiaan

Komite Kemanusiaan Indonesia menyelenggarakan Training for Trainer dengan tema “Protecting Our Youth from the Consequences of Immorality”. Training dua hari ini dibuka pada hari Senin (10/3) oleh bapak Soeripto selaku Ketua Umum Komite Kemanusiaan Indonesia (KKI), yang juga pendiri Asia Pacific Community for Palestine (ASPAC). Training bertempat di ruang meeting MUC Building, tempat kantor ASPAC berada.
 
Tampak hadir beberapa delegasi dari lembaga-lembaga sosial dan kepemudaan. Di antaranya Rumah Keluarga Indonesia (RKI), Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), PKPU, Islamic Medical Association Indonesia (IMANI), Adara Relief International, dan Forum Lingkar Pena (FLP). Sementara dari lembaga kepemudaan terlihat perwakilan Salam UI, YouthCare International dan komunitas Muda Berdakwah.
 
Dalam sesi materi hari pertama, Prof. Dr. Abdelhameed Qudah selaku instruktur memaparkan bagaimana bahayanya pergaulan bebas di kalangan remaja yang berdampak pada beragam penyakit. Presiden Federation Islamic Medical Association (FIMA) yang merupakan dokter spesialis penyakit dalam asal Yordania ini, membedah satu-persatu penyakit yang muncul akibat seks bebas. Sebagai pimpinan asosiasi dokter-dokter muslim yang berpusat di Washington, selain memaparkan dampak free sex dari sisi medis, juga mengulas dari perspektif agama.
 
“Apa yang dilarang Allah sesungguhnya berdampak bahaya bagi alam semesta,” simpulnya.
Dalam paparannya, Dr. Abdelhameed juga mengungkapkan bahwa, “Perilaku buruk itu melahirkan keburukan juga, baik dunia maupun akhirat.”
 
TFT ditutup dengan pemberian sertifikat dan buku serta CD materi kepada seluruh peserta oleh nara sumber, Dr. Abdelhameed Qudah disaksikan ketua Asia Pacific Community for Palestine, Dr. Saiful Bahri, MA. (sl/dkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *