AS Gempur Rezim Suriah di Deir Al-Zour: Sebab dan Akibat

*Deir Al-Zour, 08-02-2018. Perebutan kendali atas provinsi strategis Deir al-Zour, antara Amerika Serikat dan sekutunya di satu sisi melawan Rusia dan sekutunya di sisi lain, telah sampai pada titik bentrokan langsung. Serangan udara yang dilakukan pesawat AS pada subuh Kamis lalu terhadap milisi berafiliasi ke rezim Suriah dan milisi Irak yang didukung oleh Iran di Timur Laut Deir Al-Zour telah membunuh dan melukai puluhan orang. *Serangan tersebut terjadi setelah kerumunan Hizbullah Lebanon, Harakah An-Nujaba Irak, Liwa Fathimiyun Afghanistan, menyerang lokasi-lokasi yang dikuasai oleh milisi Suriah Ad-dimuqrathiyah. Mereka mengambil alih kota “Jadidah Akiidaat” dan membombardir kota Khasham dan ladang gas Koniku dengan artileri. Hal ini membuat AS mengambil respond cepàt karena hawatir terus memburuknya situasi dan kehilangan lebih banyak wilayah yang dianggap strategis bagi mereka. Khususnya bahwa para penasihat militer AS berada di sisi “Suriah Ad-dhimuqrathiyah” selama berlangsungnya serangan milisi-milisi yang berafiliasi kepada rezim Suriah itu. *Pesan AS *Aliansi Internasional yang dipimpin AS mengeluarkan sebuah pernyataan yang membenarkan insiden tersebut sebagai jawaban atas “serangan yang tidak dapat dibenarkan” terhadap markas besar “Pasukan Suriah Ad-dimuqrathiyah” di saat para penasihat militer Koalisi Internasional sedang hadir di lokasi. Pernyataan itu menunjukkan lokasi serangan terletak di sebelah Timur Sungai Efrat, sebuah daerah yang terletak dibawah pengaruh AS sesuai kesepakatan antara Washington dan Moskow. *Meskipun seorang pejabat AS mengatakan melalui Reuters bahwa serangan tersebut menewaskan 100 anggota pasukan yang mendukung rezim Suriah, namun Pentagon berusaha memberikan penegasan dengan mengkonfirmasikan bahwa pihak AS tidak berniat masuk kedalam konflik dengan rezim Assad. *Data dari Koalisi dan Pentagon menunjukkan bahwa Washington berupaya melalui serangan tersebut untuk mengirimkan pesan peringatan kepada Rusia dan sekutu-sekutunya bahwa AS tidak akan mentolerir tiap upaya penyerangan wilayah-wilayah yang berada di bawah pengaruh dan kendalinya di Timur Laut Deir Al-Zour, yang terdapat “Ladang Koniku” dan “Sumur Al-Uzbah” ladang Minyak terkaya, tapi pada saat yang sama AS tidak berniat masuk ke dalam konfrontasi terbuka. *CNN mengutip ucapan seorang perwira AS: “Milisi rezim yang dibom oleh pesawat Koalisi tersebut mencoba maju menguasai beberapa daerah itu dengan tujuan mendapatkan sumur-sumur minyak yang ada di “Khasham”, yang dikuasai oleh Milisi Qasd di bulan September lalu, dan sumur-sumur tersebut merupakan sumber pendanaan utama ISIS selama selama masa organisasi itu menguasai wilayah tsb antara tahun 2014 – 2017. ” *Ladang Koniku adalah salah satu ladang gas terpenting di Suriah, dengan perkiraan produksi harian 10 juta meter kubik gas alam, sedangkan produksi Subur “Al-Uzbah” yang terletak di Khasham sejumlah 32 ribu barel minyak per hari. *Indikasi keterlibatan Iran *CNN mengutip dari Perwira AS bahwa Kemenhan (Pentagon) sedang melakukan penyelidikan atas keterlibatan para perwira Rusia pensiunan yang berada di wilayah tersebut atau pasukan Iran dalam serangan ke markas besar “Suriah Ad-Dimuqrathiyah”, di mana saat itu sedang berada para penasihat militer dari Koalisi Internasional. *Perwira tersebut menekankan bahwa Amerika telah memberi tahu Rusia mengenai adanya kerumunan yang berafiliasi kepada rezim Suriah di wilayah tersebut sebelum melakukan penyerangan. Tapi dia menafikan AS punya bukti yang menunjukkan bahwa pasukan Rusialah yang melakukan penembakan ke lokasi dimana para penasihat AS itu berada. Tidak menutup kemungkinan adanya partisipasi pasukan yang didukung oleh Iran dalam serangan tersebut. *Pejabat Koalisi Internasional mengatakan kepada Koran Politiko bahwa mereka terus menerus berkoordinasi dengan partner mereka dari Rusia secara teratur sebelum, selama dan setelah gempuran tersebut, dan pihak Rusia memastikan bahwa mereka tidak akan melakukan konfrontasi terhadap Pasukan koalisi di daerah tersebut. *Iran sebelumnya telah memberikan dukungan militer kepada milisi yang didukungnya ke Suriah timur dan mampu menguasai daerah-daerah gurun Suriah yang luas dan berbatasan dengan Deir al-Zour setelah berperang melawan pasukan Al-jays Al-sury Al-Hur yang didukung oleh Koalisi Internasional. *Dua bulan lalu, Iran secara resmi meluncurkan rute jalan dari Tehran ke Beirut, melewati Suriah dan Irak, berangkat dari Istana Shirin di Iran ke Diyala dan Ba’ajah di Irak hingga sampai ke Deir Al-Zour, lalu jalan darat ke Lebanon timur ke Hermel dan Al-Qaa. *Washington tidak mungkin masuk dalam konfrontasi terbuka dengan milisi Iran dan rezim Suriah di provinsi Deir al-Zour, kecuali dalam situasi dimana milisi Iran dan Rezim Suriah berkeras untuk terus maju melakukan penyerangan ke wilayah Efrat timur, yang merupakan daerah garis merah bagi AS (Annida/i7)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *