Warga Negara Penjajah Jual Sperma Saat Krisis Pengangguran

Kasus pengangguran yang belum pernah terjadi sebelumnya dan krisis keuangan yang diakibatkan olehnya mendorong banyak warga negara Penjajah Zionis untuk menjual sperma ke bank sperma setempat, demikian seperti dilansir oleh Times of Israel pada hari Sabtu (25/07). Bank sperma melaporkan terjadinya peningkatan donasi sebesar 300 persen.

Tampak bahwa para donatur tersebut termasuk tentara yang telah didemobilisasi dan juga mahasiswa, banyak dari mereka diberhentikan dari pekerjaan atau mendapat cuti yang tidak dibayar. Bank-bank sperma publik dan swasta membayar ratusan shekel per donasi, memungkinkan para donatur sperma untuk memperoleh penghasilan hingga NIS 4.000 ($ 1.172) setiap bulan.

Seorang pemuda berusia 25 tahun dari Haifa mengatakan kepada Channel 12 bahwa dia telah kehilangan pekerjaannya sebagai koki dan sekarang berhutang puluhan ribu shekel. Dia terpaksa meninggalkan apartemennya dan pulang ke rumah orang tuanya.

“Saya putuskan bahwa dengan mendonasikan sperma adalah kesempatan yang baik untuk menghasilkan uang,” jelasnya. “Hanya beberapa menit ‘melakukannya’, saya bisa menghasilkan NIS 3.000 [$ 879] sebulan dan lebih banyak lagi. Ini penghasilan besar saat ini, di saat saya menganggur. ” Dia menambahkan bahwa dia mengenal banyak anak muda yang melakukan hal yang sama.

———————–

Sumber: www.middleeastmonitor, terbit: 27 Juli 2020 jam 9:43 pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *