Warga Jenin Berkabung Atas Gugurnya Syahidah Dalia Samoudi

Tepi Barat – Warga Jenin, Jumat malam (07/08), menguburkan jenazah seorang syahidah, Dalia Ahmed Suleiman Samoudi (23 tahun), yang meninggal karena luka kritis akibat tembakan pasukan Penjajah Zionis, saat sedang berada di dalam rumahnya di daerah Jabriya di Jenin.


Prosesi pemakaman yang diikuti oleh ribuan warga mulai dari depan Rumah Sakit Syahid Khalil Suleiman di kota itu, hingga sampai ke Kamp Jenin, tempat peristirahatan syahidah. Di sana keluarga dan orang yang dicintainya melepaskan pandangan perpisahan terakhir kepadanya, sebelum dikuburkan di pemakaman kamp tersebut.


Para pelayat mengangkat jasad syahidah, yang dibungkus dengan bendera Palestina, di atas pundak-pundak mereka, dan melintasi jalan-jalan Jenin dan kampnya, sambil meneriakkan yel-yel dan slogan yang mengutuk aksi pembunuhan syahidah, saat almarhumah berusaha melindungi anaknya dari tembakan peluru dan semprotan gas air mata.


Dalam acara pemakamannya, sejumlah pidato disampaikan oleh sejumlah ormas Islam dan ormas nasional, dan para aktivis di kamp. Keluarga syahidah menegaskan bahwa perlawanan akan berlanjut hingga kebebasan dan kemerdekaan tercapai, sambil menyerukan dibentuknya komite HAM internasional untuk meminta pertanggungjawaban penjajah atas kejahatan yang dilakukannya.


Syahidah Samoudi di ditembak peluru penjajah hingga menembus dadanya dan merobek hati, pankreas dan organ dalam lainnya. Setelah menjalani operasi dan perawat intensif, akhirnya ajal menjemput almarhumah.
Gerakan Hamas, dalam sebuah pernyataan, mengungkapkan belasungkawa atas wafatnya syahidah Dalia Ahmed Suleiman Samoudi akibat tembakan peluru penjajah di Jenin.


Hamas menyampaikan belasungkawa kepada keluarga syahidah dan keluarga besarnya di kota Jenin, sambil menegaskan bahwa Jenin senantiasa menjadi tema dalam perlawanan yang tak terpatahkan melawan Penjajah Zionis.


Dan dia menegaskan bahwa konfrontasi heroik yang dilakukan oleh putera-puteri bangsa Palestina melawan penjajahan pada malam lalu menegaskan bahwa jarum kompas akan terus menunjuk ke arah perlawanan.

Hamas menuntut Penjajah Zionis ke dalam persidangan dengan latar belakang kejahatan yang mengorbankan Samoudi, dan menyatakan: “Kejahatan penjajah dengan cara menembak warga Palestina bernama Samoudi saat sedang menyiapkan susu untuk anak di dalam rumahnya, mengharuskannya untuk di sidang di seluruh lembaga antar bangsa dan internasional, dan para pemimpinnya dihukum atas kejahatan yang mereka lakukan terhadap rakyat kami.”

Sumber: www.palinfo.com, terbit: Jumat 7 Agustus 2020, jam: 08:56 malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *