Selama Dekade Terakhir: Berdiri Tujuh Pemukiman Baru di Tepi Barat dan 35 Kota Yahudi

Beit El, salah satu pemukiman Yahudi

Menurut data statistik yang diterbitkan oleh Biro Pusat Statistik “Israel”, jumlah kota di “Israel” pada akhir tahun lalu mencapai 1.217 kota. Sementara dalam sepuluh tahun terakhir telah berdiri 35 kota baru, termasuk 7 permukiman (Yahudi) di Tepi Barat yang dijajah. Data tersebut menjelaskan bahwa kota terbesar ditinjau dari segi jumlah penduduknya adalah kota Yerusalem, dimana pada akhir 2017 telah melampaui ambang batas 900 ribu warga yang terregistrasi.

Menurut data dari Biro Statistik itu, 257 dari kota-kota tersebut merupakan sekelompok penduduk yang terdiri dari minimal 2.000 orang, dan 958 lainnya adalah desa, termasuk “Kibbutzim”, “kota gotong-royong” dan desa-desa “Putera-puteri minoritas” sebuah istilah yang dipergunakan untuk merujuk kepada kota-kota warga Arab di Ad-Dakhil Palestina, yang jumlahnya mencapai 137 desa (tidak termasuk desa-desa dan kota-kota yang dirampas pada peristiwa Nakba.

Statistik tersebut menjelaskan bahwa sebagian besar penambahan jumlah kota-kota tersebut disebabkan oleh berdirinya kota-kota Yahudi yang baru di daerah selatan  sebagai tambahan dari tujuh pemukiman (Yahudi) di Tepi Barat yang dijajah.

Dan telah didirikan pula 15 kota Yahudi yang baru di daerah selatan, 9 diantaranya berdiri menyusul implementasi rencana pelepasannya dari Jalur Gaza, yang sebagian besar penduduknya adalah para pemukim (Yahudi) yang dievakuasi dari Jalur Gaza dan pos-pos terdepan pemukiman (Yahudi) bagian selatan Tepi Barat yang dijajah..

Menurut statistik tersebut, dalam 10 tahun terakhir, tujuh pemukiman baru telah didirikan di Tepi Barat yang dijajah,, termasuk 6 “kota pemukiman” dan satu blok pemukiman “Gani Modi’in”, di samping berdirinya satu “kota pemukiman” di Yerusalem yang dijajah. Perlu dicatat bahwa statistik tersebut tidak menghitung pengembangan yang dilakukan oleh berbagai pemukiman yang ada dan juga tidak menghitung pengembangan pos-pos terdepan pemukiman (Yahudi) yang terhitung illegal menurut undang-undang “Israel” sendiri.

Sementara lima kota Yahudi baru telah berdiri di bagian utara daerah itu. Menurut statistik, bagian utara negara itu terdiri dari sekitar 419 kota dan merupakan daerah terbesar kedua dari segi populasi penduduknya yang mencapai 425.000 orang.

Daerah Tel Aviv, hanya memiliki 14 kota saja, karena tidak pernah terjadi pendirian satupun kota baru sejak tahun 1950. Sedangkan di daerah “Al-Markaz” (Pusat kota), dalam sepuluh tahun terakhir ini telah berdiri 4 kota Yahudi yang baru. Statistik itu menjelaskan bahwa daerah ini memiliki kelompok penduduk terbesar di negara itu, separuh dari mereka  hidup di tiga kota: Netanya, Rishon Lezion dan Petah Tikva. (i7)

————–

Sumber: www.arab48.com, tanggal: 06/02/2019, pukul: 23:51

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *