Prospek dan Hubungan Tiongkok-Penjajah Zionis


Baitul Maqdis – Pusat Penelitian dan Studi Zaytuna menyatakan bahwa hubungan Tiongkok-Penjajah Zionis telah tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Negara Penjajah Zionis berusaha mendapatkan keuntungan dari diversifikasi dan perluasan hubungan politik dan ekonomi dengan salah satu negara besar yang pertumbuhan ekonominya paling cepat di dunia ini. Sementara China berusaha untuk memperoleh keuntungan dari teknologi negara Penjajah Zionis.

Namun, Penjajah Zionis tidak menginginkan hubungan ini menimbulkan kerusakan hubungan strategisnya yang vital dengan Amerika Serikat, yang memandang hal ini sebagai garis merah. Cina menginginkan hubungan aktif, tetapi berada di bawah “payung”, dan tidak menimbulkan bayang-bayang negatif dalam hubungannya dengan negara-negara Arab dan Islam, yang merupakan ceruk pasar besar bagi perdagangan luar negerinya, sebagaimana negeri Tirai Bambu ini berupaya mempertahankan sikap tradisionalnya dalam mendukung permasalahan Palestina.

Dalam jangka pendek, hubungan ekonomi dan politik ini kemungkinan akan terus berlanjut. Namun dalam jangka menengah dan panjang, skenario menurunnya hubungan secara bertahap akan terus terjadi sebagai akibat dari meningkatnya persaingan potensial antara Cina dan Amerika Serikat, dan selanjutnya Amerika berusaha untuk mengekang hubungan Penjajah Zionis dengan Cina. Hal ini akan terus terjadi  bersamaan dengan bertambahnya berbagai kemungkinan perubahan yang terjadi di kalangan negara-negara Arab dengan lingkungan yang semakin memberikan angin yang mendukung permasalahan Palestina, dan dikarenakan Cina memperhitungkan kepentingannya yang lebih besar di kalangan negara-negara Arab dan Islam.

Laporan lengkap dari Pusat Penelitian dan Studi Zaytuna dalam versi Bahasa Arab dapat diakses melalui link ini. (i7)

——
Sumber: www.palinfo.com, terbit: Kamis 21 November 2019 pukul 17:36.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *