Pertama Kali Pesawat Negara Zionis Terbang di Udara Sudan

Jet Tempur AU Negara Zionis tanggal 13 Desember 2016, [AU Negara Zionis / WikiMedia]

Untuk pertama kalinya, sebuah pesawat negara Zionis terbang melintasi wilayah udara Sudan, demikian seperti dilansir oleh Ynet News 16 Februari lalu.

Pesawat itu pertama kali lepas landas Senin lalu dari Tel Aviv ibu kota negara Zionis menuju ke ibu kota Kongo Kinshasa, melintasi Terusan Suez, Eritrea, Ethiopia, Kenya, dan Uganda, menghabiskan total waktu tujuh jam perjalanan udara. Namun, pesawat yang sama pulang menuju bandara Ben-Gurion di Tel Aviv melintasi Republik Afrika Tengah, Sudan dan Mesir, dengan total waktu hanya lima setengah jam.

Langkah ini dilakukan menyusul pertemuan baru-baru ini antara PM Negara Zionis Benjamin Netanyahu dan Presiden Dewan Kedaulatan Sudan, Abdel Fattah Al-Burhan, di Uganda, di mana kesepakatan tersebut mengizinkan penerbangan dari dan ke negara Zionis dengan menggunakan wilayah udara Sudan.

“Pertemuan saya dengan PM Benjamin Netanyahu diadakan tanpa syarat dan berkoordinasi dengan Amerika Serikat,” kata Burhan kepada wartawan pasca pertemuan itu, sambil menegaskan bahwa pembicaraan bersama antara kedua negara akan “berhenti jika tidak ada hasil nyata dari kedua belah pihak. ”

“Gambaran tentang Sudan banyak yang berubah setelah saya bertemu dengan Netanyahu,” kata pemimpin Sudan itu.

Pesawat-pesawat negara Zionis biasa terbang di wilayah udara Sudan di masa lalu, dengan syarat harus berhenti di ibukota Yordania Amman atau tujuan lain sehingga penerbangan itu tidak terdaftar sebagai milik negara Zionis. Pesawat yang terbang pekan lalu tidak memiliki nomor perizinan negara Zionis, tetapi mendarat di Tel Aviv.

Hubungan negara Zionis dengan negara-negara Arab mengalamai ketegangan sejak negara Zionis itu menjajah Palestina beberapa dekade yang lalu. Tidak pernah ada hubungan resmi antara negara Zionis dengan negara-negara Arab, kecuali Mesir dan Yordania, dimana kedua negara itu diikat oleh dua perjanjian perdamaian dengan negara Zionis.

Pertemuan itu juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara negara Zionis dengan dunia Arab dan dunia Islam pasca rencana perdamaian Timur Tengah AS yang baru-baru ini dirilis.

Rencana perdamaian Trump yang dikenal  dengan sebutan”Kesepakatan Abad Ini” juga ditolak oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB mengatakan bahwa kesepakatan itu tidak berdasarkan kepada pedoman dari PBB tetapi merupakan pemaksaan visi Presiden Amerika Donald Trump sendiri tentang solusi dua negara. Kesepakatan itu juga dikecam oleh semua pihak di Palestina.

————–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 17 Februari 2020 pukul 05:34 pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *