Penutupan Gerbang-gerbang Perbatasan Rusak Sektor Industri dan Komersial Gaza

Kepala Komite Kerakyatan Menentang Blokade yang juga seorang Anggota Dewan, Jamal Al-Khodari mengatakan kemarin bahwa penutupan oleh “Israel” terhadap Kerem Shalom, gerbang perbatasan dengan Gaza menyebabkan secara bertahap runtuhnya sektor industri dan komersial di Jalur Gaza, demikian seperti dilansir oleh Shehab.ps.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Gaza, Al-Khodari mengatakan: “Rencana Israel untuk memperketat blokade di Gaza pada dasarnya membidik perekonomian Gaza dengan menargetkan sektor industri dan komersial.”

Otoritas Penjajahan Zionis telah melarang sekitar 1.000 komoditas pokok memasuki Gaza dengan menutup Kerem Shalom (Karm Abu Salem), kata Al-Khodari, sambil memberikan catatan bahwa 100 persen bahan-bahan mentah sedang diberlakukan pelarangannya.

“Penutupan gerbang ini telah  mengurangi kapasitas produksi pabrik-pabrik Gaza hinga 60 persen selama dua minggu terakhir karena kekurangan bahan mentah.”

Menurut anggota Dewan tersebut, perekonomian dj  Gaza telah mulai runtuh secara bertahap. Dia memperingatkan “kerusakan seutuhnya terjadi dari sisi kemanusiaan, pertanian, ekonomi, komersial dan industrial dikarenakan oleh penutupan gerbang perbatasan.

Dia menyerukan untuk tidak menggunakan gerbang perbatasan sebagai alat politik dalam upaya untuk menghindari bencana kemanusiaan.

Pada 9 Juli, Penjajah Zionis menutup satu-satunya persimpangan komersial Gaza. Ini semakin memperketat blokade yang  telah berlangsung  selama 12 tahun. (i7)

—————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 24/07/2018, pukul: 01:39 siang.

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *