Penjajah Zionis Larang Tim Sepak Bola Gaza Bertanding di Final Piala Palestina

Tim sepak bola Gaza tidak diberikan izin perjalanan untuk bertanding melawan pesaingnya di Tepi Barat


Pertandingan final Piala Palestina telah ditunda setelah Penjajah Zionis menolak memberikan izin perjalanan kepada tim sepak bola Gaza yang ditetapkan untuk melawan saingan mereka di Tepi Barat.

Pertandingan telah dijadwalkan berlangsung kemarin (03/07) di Tepi Barat antara Khadamat Rafah – tim yang memenangkan liga di Jalur Gaza yang terkepung – dan Balata FC, pemenang liga di Tepi Barat yang dijajah..

Pertandingan ini merupakan babak kedua dari final piala Palestina. Adapun babak pertama telah berlangsung di Gaza pada hari Ahad dengan skor akhir 1-1.

Namun, Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) mengumumkan kemarin bahwa mereka terpaksa menunda pertandingan setelah hanya satu pemain dari Khadamat Rafah yang diberi izin untuk melakukan perjalanan ke Tepi Barat untuk pertandingan tersebut. Tiga izin lain diberikan kepada pengurus klub, menurut Wakil Presiden PFA Susan Shalabi.

PFA secara keseluruhan telah mengajukan izin perjalanan bagi 35 orang, yang sebagian besarnya ditolak.

Dalam sebuah pernyataan yang menjelaskan keputusannya, Koordinator Kegiatan Pemerintah di Teritori (COGAT) – sebuah unit dari Kementerian Pertahanan negara Penjajah Zionis yang bertanggung jawab atas urusan sipil warga Palestina di wilayah Palestina yang dijajah (oPt) – mengakui bahwa “meskipun pengajuan tersebut tidak tepat waktu dan oleh karenanya diambil tindakan sepantasnya sesuai dengan pedoman yang jelas tidak mungkin, COGAT telah melampaui apa yang menjadi kewajibannya, dan demi kepentingan semua pihak, dengan cermat meninjau permohonan tersebut ”.

Shalabi menekankan, bagaimanapun, bahwa “Penjajah Zionis sangat bersikeras dalam penolakan mereka,” dengan menambahkan bahwa COGAT telah mengutip kekhawatiran keamanan yang tidak disebutkan terkait penolakan mereka.

Penjajah Zionis secara teratur menolak memberikan izin perjalanan kepada warga Palestina dari Gaza. Pada bulan Mei, laporan rinci menyebutkan tentang seorang ibu Palestina yang terpisah dari bayinya yang baru lahir selama enam bulan karena Penjajah Zionis menolak memberinya izin untuk kembali ke rumah sakit untuk menjemput putrinya.

Sang ibu – yang namanya tidak publikasian- dilarikan ke Rumah Sakit Al-Makassed di daerah Al-Tur Yerusalem dari Gaza pada Januari. Dia hamil besar dengan janin kembar tiga dan telah dirujuk ke rumah sakit tersebut untuk operasi setelah sistem perawatan kesehatan di Jalur Gaza yang terkepung tidak dapat memberikan perawatan yang memadai.

Meskipun wanita itu sempat melahirkan ketiga bayinya, dua meninggal hanya beberapa hari kemudian. Sang ibu kemudian harus melakukan perjalanan pulang ke Gaza untuk menguburkan kedua anaknya, meninggalkan satu orang lagi- bayi perempuan Shahad – di rumah sakit kota Baitul Maqdis (Yerusalem) Timur untuk dirawat oleh staf rumah sakit.

Meskipun sudah mengajukan berkali-kali permohonan, COGAT menolak memberikan izin bagi sang ibu untuk bisa kembali ke Baitul Maqdis (Yerusalem), hanya beberapa bulan kemudian baru sepasang ibu-anak itu dapat bersatu kembali.

Penjajah Zionis juga menolak menerbitkan izin bagi warga Gaza yang ingin melakukan perjalanan karena alasan lain. Pada bulan April, ratusan orang Kristen Palestina dari daerah tepi pantai itu ditolak izin untuk melakukan perjalanan untuk merayakan Paskah di Baitul Maqdis (Yerusalem) dan kota Betlehem di Tepi Barat, yang masing-masing merupakan tempat dimana Gereja Makam Suci dan Gereja Kelahiran Yesus berada.

Dari 800 atau 900 permohonan yang diajukan untuk melakukan perjalanan ke dua kota itu, tidak ada yang dikabulkan, dengan Penjajah Zionis malah menerbitkan izin bagi 200 orang Kristen Palestina yang berusia di atas 55 tahun untuk melakukan perjalanan ke Yordania. Di bawah tekanan dari organisasi hak asasi manusia dan media Penjajah Zionis, 300 izin akhirnya diterbitkan untuk maksud perjalanan ke Baitul Maqdis (Yerusalem) atau Betlehem untuk liburan keagamaan.

——————

Sumber: www.middleastmonitor.com, terbit: 4 Juli 2019 pukul 14:29.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *