Penjajah Zionis Kubur 10 Sumur di Tepi Barat

Tentara Penjajah Zionis mengelilingi sebuah buldozer yang sedang menghancurkan sebuah sumur milik rakyat Palestina di Tepi Barat [Wagdi Eshtayah/ApaImages]

Pasukan Penjajah Zionis Selasa (26/05) telah menerbitkan pengumuman bagi penghancuran sepuluh sumur di kota Az-Zawiya, sebelah barat Salfit di utara Tepi Barat.

Wafa, Kantor Berita Palestina mengutip sumber-sumber lokal yang mengatakan bahwa pasukan Penjajah Zionis telah menyerahkan surat perintah penghancuran kepada pemilik sumur air di wilayah barat kota itu.

Sumber-sumber tersebut menjelaskan bahwa sumur-sumur tersebut adalah milik Maher Qadous, Munir Shamlawi, Rebhi Abu Nabaa, Adnan Ali Hamdan, Nizam Hammouda, Harun Muqadi, Jamal Mosleh, Raji Shakur dan Shehadeh Dahbour.

Penjajah Zionis terus menerus mencuri air dari Tepi Barat yang dijajah dengan cara mengekang rakyat Palestina untuk memperolehnya, di saat yang sama terus menambah penguasaan sumber-sumber air hanya kepada pemukim Yahudi ilegal di daerah tersebut.

Pada bulan November 1967, otoritas Penjajah Zionis telah menerbitkan Perintah Militer 158, yang menyatakan bahwa rakyat Palestina tidak diperbolehkan membangun instalasi air baru tanpa terlebih dahulu mendapatkan izin dari pihak militer Penjajah Zionis. Izin tersebut adalah satu hal yang hampir mustahil untuk didapatkan, Amnesty melaporkan. “Rakyat Palestina yang hidup di bawah penjajahan militer Penjajah Zionis terus menerus mengalami penderitaan akibat dari perintah tersebut hingga hari ini. Mereka tidak dapat mengebor sumur air baru, memasang pompa atau memperdalam sumur yang ada. Selain itu juga mereka tidak diperbolehkan untuk mendapatkan akses ke Sungai Jordan dan mata air tawar, ” demikian seperti dijelaskan oleh kelompok HAM itu.

Ditambahkannya: “Di saat rakyat Palestina dibatasi untuk memperoleh air, Penjajah Zionis telah secara efektif mengembangkan infrastruktur air dan jaringan airnya sendiri di Tepi Barat untuk digunakan warganya sendiri di negara Penjajah Zionis dan di berbagai permukiman Yahudi – yang ilegal menurut hukum internasional.”

———

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 27 Mei 2020 pukul 10:34 pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *