Penjajah Zionis Jadikan 200 Warga Palestina Tunawisma di Tepi Barat

Anak-anak Palestina duduk-duduk di dekat puing setelah Otoritas Penjajah menghancurkan rumah mereka di Tepi Barat pada 3 Juni 2020 [AHMAD GHARABLI/AFP/Getty Images]


Pasukan Penjajah Zionis akan menghancurkan sebuah desa Palestina yang terletak di utara Tepi Barat yang dijajah, menelantarkan lebih dari 200 orang, demikan seperti dilansir oleh kantor berita Wafa.

Mahmoud Amarneh, kepala dewan Desa Farasin, mengatakan kepada Wafa bahwa tentara-tentara Penjajah telah menyerbu desa itu pagi ini (30/07) dan mengeluarkan 36 surat perintah pembongkaran bagi seluruh bangunan dan sumur air kuno di sana.

Dia mengatakan pihak militer telah memperingatkan warga bahwa pembongkaran akan segera dilakukan dalam hitungan hari.

Desa itu, yang merupakan rumah bagi 200 warga Palestina, terletak di sebelah barat Jenin dan terdiri dari sumur berusia 200 tahun dan beberapa bangunan kuno. Karena itu, Amarneh mendesak intervensi internasional demi mencegah Penjajah Zionis melakukan pembantaian di desa itu.

Kebijakan pembongkaran rumah Penjajah Zionis yang diterapkan secara luas menyasar kepada seluruh keluarga adalah tindakan penghukuman kolektif ilegal dan secara langsung melanggar Hukum HAM internasional.

Berbagai kritik yang dilontarkan terhadap keputusan Penjajah Zionis menjelaskan bahwa hanya sejumlah kecil IMB yang diterbitkan untuk warga Palestina dan menuding bahwa penghancuran bangunan tersebut akan membuka jalan bagi pembangunan pemukiman (Yahudi) baru Penjajah Zionis.

Amarneh menegaskan bahwa pemerintah Penjajah Zionis ingin mengambil alih desa untuk memperluas permukiman ilegal yang dibangun di daerah itu.

Sebagian besar komunitas internasional menganggap pemukiman (yahudi) di Tepi Barat sebagai ilegal.

Rakyat Palestina masih berjuang untuk bisa meraih sebuah negara independen di atas tanah Tepi Barat, Al Quds timur dan Jalur Gaza, daerah-daerah yang direbut oleh Penjajah Zionis dalam perang tahun 1967.

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 30 Juli 2020 pukul 14:12.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *