Penjajah Larang Azan Berkumandang 49 Kali di Masjid Ibrahimi Bulan Lalu

Khalil – Otoritas Penjajah Zionis melarang azan berkumandang di Masjid Ibrahimi di kota Khalil, selatan Tepi Barat yang dijajah, sebanyak 49 kali selama sebulan terakhir, sementara salah seorang DKM dilarang untuk memasukinya Ahad pagi kemarin (03/08).


Direktorat Wakaf kota Khalil mengatakan bahwa pasukan Penjajah telah melarang dikumandangkannya azan dari menara Masjid Ibrahimi selama bulan Juli lalu, sebanyak empat puluh sembilan kali, dengan dalih mengganggu para pemukim Yahudi yang sedang berada di bagian lokasi Masjid yang telah dirampas.

Pembagian paksa tempat dan waktu telah diberlakukan di Masjid Ibrahimi. Di mana Penjajah Zionis mengendalikan 60% area masjid, dan orang-orang Palestina tidak diizinkan masuk, kecuali setelah melewati pemeriksaan keamanan yang sangat ketat di cekpoin-cekpoin yang tersebar termasuk melewati logam detektor.

Pasukan Penjajah menutup paksa seluruh bagian Masjid Ibrahimi dan areal sekelilingnya pada hari-hari raya Yahudi dan memberi izin kepada para pemukim Yahudi untuk melaksanakan ritual ibadah dan perayaan mereka tanpa ada hambatan sedikitpun.

Otoritas Penjajah terus bergerak maju dalam serangkaian langkah-langkah Yahudisasi Masjid Ibrahimi, yang terakhir adalah pengesahan (undang-undang) final program yang memfasilitasi penyerbuan para pemukim Yahudi terhadap Masjid Ibrahimi.

Masjid Ibrahimi yang menjadi target dalam proyek pemukiman Yahudi di daerah itu berada dibawah kendali penuh Penjajah dari kota Khalil dan area yang disebut KH2, yang berada di luar kendali Otoritas Palestina.

Otoritas Penjajah berhasil merebut bagian belakang Masjid Ibrahimi untuk kepentingan para pemukim Yahudi setelah seorang pemukim Baruch Goldstein melakukan pembantaian terhadap jamaah masjid pada subuh 25 Februari 1994, yang menyebabkan gugur syahid 29 warga Palestina dan ditutupnya jantung kota Khalil yang terletak di Kota Tua hingga hari ini.

Sekarang, di bawah protokol Khalil tahun 1997, Otoritas Palestina menerima beberapa bagian dari kota Khalil yang disebut dengan nama KH1, dihuni oleh sekitar 45.000 jiwa. Di dalamnya terdapat Kota Tua dimana Penjajah Zionis masih terus mengendalikan sisa bagian yang bernama KH2 dan juga Masjid Ibrahimi.

————————

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 2 Agustus 2020 pukul 10:09: siang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *