Penistaan Terus Berlanjut, Al-Aqsha Diambang Ledakan

Oleh: Lulu Basmah

Penganiayaan yang terus berlanjut terhadap jama’ah shalat di Masjid Al-Aqsha serta penggembokan sejumlah gerbangnya secara permanen merupakan sinyal ledakan kemarahan rakyat semakin dekat.

Sejarah bangsa Palestina membuktikan, bahwa Al-Aqsha merupakan sumbu perlawanan.

Penggembokan permanen pintu Ar-Rahmah dan bagaimana perlawanan jama’ah masjid merupakan bukti bahwa bangsa Palestina akan terus berupaya menolak semua bentuk pembagian Al-Aqsha, baik dari sisi tempat maupun waktunya.

Masjid Al-Aqsa adalah garis merah yang tidak bisa dibiarkan siapapun merusak identitas keiIslamannya.

Normalisasi Arab ini sangat memalukan dan telah mendorong Zionis untuk terus melakukan penistaan terhadap kiblat pertama ummat Isalam tersebut.

Seruan semakin digencarkan kepada bangsa Arab dan ummat Islam untuk ikut campur dalam masalah Palestina, terutama masalah Al-Quds serta berjuang sungguh-sungguh untuk menghadapi semua upaya penetrasi Zionis terhadap bangsa Palestina.

Suasana ketegangan merebak di halaman depan Masjid Al-Aqsa, menyusul penutupan pintu Al-Rahmah bagi para jamaah shalat.

Menurut sumber setempat, para pemuda berhasil melepaskan rantai besi dan mendobrak pintu Ar-Rahmah tersebut yang ditutup pada Ahad (17/2) oleh Israel.

Bentrokan meletus antara pemuda Palestina dan pasukan penjajah Israel, sementara pasukan penjajah Israel memulai kampanye penangkapan kaum muda Yerusalem dan menutup pintu Masjid Al-Aqsha.

Sumber-sumber menunjukkan, militet Israel menangkap sejumlah pemuda dan pemudi Palestina di Masjid Al-Mubarok. Mereka adalah Nechemia Najih Bakirat, Nour Chalabi, Hossam Sidr dan Mohammed al-Zughair. (LB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *