Pelayaran Freedom Flotilla ke Gaza Ditunda

London – Aliansi Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) memutuskan untuk menunda keberangkatan Armada Kebebasan ke Jalur Gaza, sampai waktu beikutnya, mengingat rekomendasi kesehatan dunia yang melarang perjalanan dan pertemuan sosial untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Aliansi tersebut membenarkan,  dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan hari Sabtu (28/03)  bahwa tanggal keberangkatannya akan ditentukan berdasarkan tinjauan berkelanjutan dari kondisi kesehatan masyarakat di seluruh dunia dan pelabuhan yang akan dilintasi.

Menurut pernyataan tersebut, rencana mereka sebelumnya termasuk mengunjungi beberapa pelabuhan di Eropa selatan pada bulan April dan Mei tahun ini, kemudian menuju ke Gaza pada akhir Mei, bertepatan dengan peringatan kesepuluh serangan tentara penjajah Zionis terhadap kapal “Mavi Marmara” dan kapal-kapal Armada Kebebasan lainnya pada 2010, yang mengakibatkan terbunuhnya 10 orang aktivis perdamaian.

Dijelaskan bahwa dengan bantuan para supporternya, koalisi baru-baru ini mampu membeli sebuah kapal untuk menyempurnakan pelayaran tahun ini. Masih dibutuhkan konstribusi lebih banyak lagi untuk membantu melengkapi perahu ini dengan peralatan keamanan jiwa, alat komunikasi dan bahan-bahan lainnya, serta untuk membeli bahan bakar dan pasokan lain yang diperlukan untuk menghadapi tantangan berikutnya yang timbul akibat blokade tidak manusiawi dan ilegal terhadap Gaza..

Koalisi itu menegaskan bahwa pihaknya mendukung suara dari beberapa lembaga seperti Pusat HAM Palestina di Gaza yang menyerukan kepada komunitas internasional dan Organisasi Kesehatan Dunia untuk menekan pemerintah negara Zionis agar mengizinkan masuknya pasokan medis dan peralatan untuk pemeriksaan medis virus Corona dan mencegah penyebarannya.

Koalisi itu menekankan bahwa pemberian bantuan medis internasional untuk Gaza akan sangat penting demi bertahan hidup selama krisis ini, dan bahwa satu-satunya solusi damai yang senantiasa ada untuk menyelamatkan Gaza adalah dengan mengakhir blokade yang telah berusia lebih dari 13 tahun, dengan menjamin secara penuh bagi kebebasan pergerakan untuk semua rakyat Palestina.

Koalisi itu membebankan tanggung jawab politik terhadap pemerintah negara mereka atas setiap keterlibatan yang membiarkan penjajah Zionis untuk melanjutkan blokade terhadap Gaza dan melarang para pengungsi Palestina dari menggunakan hak mereka untuk pulang ke tanah air mereka. Koalisi juga mengungkapkan penghargaannya kepada semua pihak atas dukungan berkelanjutan terhadap Gaza dan solidaritas kepada rakyatnya dan melakukan apa yang dapat dilakukan untuk mengakhiri blokade terhadapnya.

Sementara itu, Zahir Berawi, kepala Komite Internasional untuk Pemecah Blokade dan anggota pendiri Aliansi Armada Kebebasan, mengatakan: Berlanjutnya blokade negara Zionis terhadap Jalur Gaza mengancam peningkatan resiko penyebaran virus Corona.

Berawi menegaskan bahwa kesibukan negara-negara dunia dengan krisis Corona di negara mereka tidak melepaskannya dari tanggung jawab moral dan hukum jika epidemi ini (Semoga Allah tidak membiarkannya) menyebar di Gaza.

Berawi meminta pemerintah Mesir khususnya untuk memainkan peran moral dan nasionalnya dengan cara memfasilitasi masuknya semua pasokan medis untuk mencegah virus dan menekan penyebarannya.

—————–

Sumber: www.palinfo.com, terbit: Sabtu 28 Maret 2020, pukul 1:50: siang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *