PBB Seru Penjajah Zionis Agar Bebaskan Anak-anak Palestina dari Penjara

Dalam pernyataan pers bersama pada hari Ahad (10/05), para pejabat senior PBB telah meminta Penjajah Zionis untuk membebaskan anak-anak Palestina dari penjara sehubungan dengan penyebaran Covid-19.

“Kami sangat prihatin atas penahanan berkelanjutan anak-anak Palestina oleh otoritas Penjajah Zionis,” kata Jamie McGoldrick, Koordinator Kemanusiaan di wilayah Palestina yang dijajah; Genevieve Boutin, Perwakilan Khusus UNICEF di Negara Palestina; dan James Heenan, Kepala Kantor Hak Asasi Manusia PBB di wilayah Palestina yang dijajah.

 “Pada akhir Maret, 194 anak-anak Palestina ditahan oleh otoritas Penjajah Zionis di penjara dan pusat-pusat penahanan, terutama di negara Penjajah Zionis, menurut data yang dirilis oleh Layanan Penjara Penjajah Zoionis… Ini lebih tinggi daripada jumlah rata-rata bulanan anak-anak yang ditahan pada 2019. Dari jumlah keseluruhan, sebagian besar anak-anak ini belum dinyatakan bersalah karena pelanggaran apa pun tetapi ditahan di penahanan pra-sidang. ”

Para pejabat PBB tersebut bersikeras bahwa hak-hak anak untuk memperoleh perlindungan, keselamatan dan kesejahteraan harus dijunjung tinggi setiap saat. “Pada waktu normal, penangkapan atau penahanan anak harus menjadi langkah terakhir dan untuk periode waktu pantas yang sesingkat-singkatnya. Ini diabadikan dalam Konvensi Hak-Hak Anak, yang telah diratifikasi negara Penjajah Zionis dan Palestina. ”

Lebih lanjut, mereka menunjukkan bahwa selama pandemi, negara-negara harus lebih memperhatikan kebutuhan perlindungan anak dan hak-hak anak, dan kepentingan terbaik anak-anak harus menjadi pertimbangan utama dalam semua tindakan yang diambil oleh pemerintah. “Anak-anak yang berada dalam tahanan menghadapi risiko tinggi tertular Covid-19, dengan seringnya ketiadaan atau kesulitan praktek jarak fisik dan tindakan pencegahan lainnya. Selain itu, sejak dimulainya krisis coronavirus di negara Penjajah Zionis, proses legal ditunda, hampir semua kunjungan penjara dibatalkan dan anak-anak tidak diperbolehkan untuk bertemu keluarga dan pengacara mereka. ”

Hal ini, menurut catatan para pejabat tersebut, semakin menambah kesusahan, penderitaan psikologis, dan mencegah anak dari menerima nasihat hukum yang menjadi hak mereka. “Bagi  anak-anak yang menunggu persidangan, tekanan-tekanan ini dapat menempatkan mereka di bawah tekanan yang semakin besar untuk memberatkan diri mereka sendiri, mengaku bersalah agar dibebaskan lebih cepat.”

Sebagai penutup pernyataan mereka, para pejabat PBB meminta negara Penjajah Zionis dan pemerintah Palestina untuk segera membebaskan semua tahanan di penjara mereka, termasuk anak-anak. “Cara terbaik untuk menegakkan hak-hak anak yang ditahan di tengah pandemi berbahaya, di negara mana pun, adalah membebaskan mereka dari tahanan dan menempatkan moratorium penerimaan penghuni baru di berbahagai fasilias penahanan.”

—————–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 12 Mei 2020 pukul 1:34 siang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *