Netanyahu Nyatakan Saluran TV Al-Aqsa Sebagai Organisasi Teroris


Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu kemaren (06/03) menandatangani dekrit yang menyatakan TV Al-Aqsa Palestina sebagai organisasi teroris, dengan dalih bahwa saluran ini dipergunakan oleh Hamas untuk merekrut kelompok-kelompok teror, demikian seperti dilaporkan oleh media Israel.

“Dekrit tersebut dibuat atas rekomendasi dari Shin Bet dan Biro Nasional Kementerian Pertahanan untuk Penanggulangan Pendanaan Teror, setelah Shin Bet mengungkapkan Hamas menggunakan saluran satelit Al-Aqsa untuk merekrut operatornya,” demikian tertera dalam pernyataan yang diterbitkan oleh kantornya.

Pada bulan Februari, Shin Bet mengklaim bahwa para penyiar saluran TV tersebut menggunakan kutipan dari Al-Quran atau bahasa yang halus sebagai isyarat untuk melakukan perekrutan operator Hamas di Tepi Barat dan Yerusalem yang dijajah.

Pesawat-pesawat tempur ‘Israel’ telah menargetkan dan menghancurkan TV dan Radio Al-Aqsa beberapa kali sejak tahun 2000, saat pertama kali diluncurkan setelah bertahun-tahun dilarang oleh Otoritas Palestina.

Pada November 2018, pesawat-pesawat tempur ‘Israel’ membom markas besar saluran TV tersebut yang berada di pusat kota Gaza dengan dalih melakukan hasutan terhadap warga ‘Israel’. Akibatnya, saluran TV itu dipaksa untuk dihentikan.

“Keputusan Netanyahu memerangi saluran Al-Aqsa ini bertujuan untuk mendorong penargetan terhadap berbagai institusi media dan upaya untuk menjelekkan dan mencegah penyebaran pesan kepada dunia dan untuk menghimpit narasi dan pelaporan kami,” kata saluran itu dalam sebuah pernyataan sebagai tanggapan atas langkah yang telah ditempuh ‘Israel’.

Pada 2010, Amerika Serikat memasukkan TV Al-Aqsa dalam daftar hitam dengan alasan melakukan hasutan terhadap warga Israel.

Semua serikat pekerja media Palestina mengutuk keputusan ‘Israel’ itu dimana Klub jurnalis itu dikutip menyatakan: “Al-Aqsa bekerja mengungkap agresi yang dilakukan ‘Israel’ setiap hari terhadap rakyat Palestina di saat mana ‘Israel’ tidak menginginkan hal ini tersampaikan kepada dunia.”

“Israel menyatakan organisasi ini sebagai kelompok teroris dalam upaya untuk menekan suaranya, yang merupakan suara dari semua warga Palestina yang menjadi sasaran kebrutalan dan barbarisme Israel.” (i7)

————————

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 07/03/2019, jam: 09: 34 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *