Malawi Akan Buka Kedutaan Besar untuk Penjajah Zionis di Kota Al Quds

Menlu Malawi, Eisenhower Mkaka [Facebook]

Malawi mengatakan pada hari Selasa (03/11) bahwa pihaknya akan membuka kedutaan penuh untuk negara Penjajah Zionis di kota Al Quds, menjadi negara Afrika pertama yang melakukannya di kota yang diperebutkan itu.

Dalam pernyataan video saat kunjungan ke negara Penjajah Zionis, Menteri Luar Negeri Malawi Eisenhower Mkaka menyebut keputusan itu sebagai “langkah berani dan signifikan”.

Dia mengucapkan selamat kepada negara Penjajah Zionis atas hubungan yang mulai berkembang dengan negara-negara Arab dan Muslim di bawah kesepakatan yang dimediasi AS, termasuk hubungan baru dengan negara Afrika Sudan, yang oleh negara Penjajah Zionis dianggap menandai dimulainya “era baru” di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Penjajah Zionis, Gabi Ashkenazi berkata bersama Mkaka: “Saya berharap kedutaan Anda segera dibuka, dan saya yakin akan lebih banyak pemimpin Afrika akan mengikuti keputusan ini.”

Kedutaan Malawi diperkirakan akan dibuka pada musim panas 2021, kata kementerian luar negeri Penjajah Zionis.

Diminta konfirmasinya terkait keputusan kedutaan tersebut, Brian Banda, seorang ajudan Presiden Malawi Lazarus Chakwera, berkata: “Ya, terus berjalan, kedutaan berkuasa penuh di kota Al Quds.”

Negara Penjajah Zionis menganggap semua bagian kota Al Quds sebagai ibukotanya, meskipun itu tidak diakui oleh sebagian besar negara di dunia. Sedangkan bangsa Palestina menginginkan kota di timur, yang telah direbut oleh Penjajah Zionis dalam perang tahun 1967, sebagai ibu kota negara masa depan.

Mengingat status kota yang disengketakan dan sensitivitasnya dalam konflik antara negara Zionis-Palestina, sebagian besar negara yang memiliki kedutaan besar di negara Penjajah Zionis telah membukanya di ibu kota komersialnya, Tel Aviv.

Presiden AS Donald Trump, yang turut dalam pemilu ulang pada hari Selasa, telah membuat marah warga Palestina dan membuat marah banyak pemimpin dunia dengan mengakui kota Al Quds sebagai ibu kota negara Penjajah Zionis pada akhir 2017. Dia telah memindahkan kedutaan AS ke sana pada tahun berikutnya.

Guatemala telah memindahkan kedutaannya ke kota Al Quds segera setelah itu, dan Honduras mengatakan pihaknya bermaksud melakukan hal yang sama pada akhir tahun 2020. Brasil dan Republik Dominika juga sedang mempertimbangkan langkah tersebut.

——–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 3 November 2020, 6:39.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *