Kabinet Baru Palestina Yang ke-18 Dilantik

Ramallah, Sabtu, 13/04/2019 – Pemerintahan baru Palestina ke-18 yang dipimpin oleh Mohammad Shtayeh dilantik hari ini di Ramallah di hadapan Presiden Mahmoud Abbas.

Sebagian besar dari 22 anggota kabinet adalah baru, kementerian kunci seperti keuangan dan kementerian luar negeri, tetap di tangan petahana.
Berikut ini adalah daftar menteri kabinet baru:

  1. Mohammad Shtayeh, Perdana Menteri (baru)
  2. Nabil Abu Rudeineh, Wakil Perdana Menteri, Menteri Informasi
  3. Ziad Abu Amr, Wakil Perdana Menteri
  4. Shukri Bishara, Menteri Keuangan
  5. Riyad Malki, Menteri Luar Negeri
  6. Rola Maayya, Menteri Pariwisata
  7. Mai Kaileh, Menteri Kesehatan (baru)
  8. Khaled Ossaili, Menteri Ekonomi (baru)
  9. Atef Abu Seif, Menteri Kebudayaan (baru)
  10. Mohammad Shalaldeh, Menteri Kehakiman (baru)
  11. Majdi Saleh, Menteri Pemerintah Daerah (baru)
  12. Riad Atari, Menteri Pertanian (baru)
  13. Ishaq Sadr, Menteri Telekomunikasi, (baru)
  14. Nasri Abu Jish, Menteri Tenaga Kerja (baru)
  15. Marwan Awartani, Menteri Pendidikan (baru)
  16. Mahmoud Abu Moueis, Menteri Pendidikan Tinggi (baru)
  17. Amal Hamad, Menteri Urusan Wanita (baru)
  18. Assem Salem, Menteri Perhubungan (baru)
  19. Mohammad Ziyara, Menteri KonstruksPembangunan dan Perumahan (baru)
  20. Ahmad Majdalani, Menteri Sosial (baru)
  21. Fadi Hidmi, Menteri Urusan Yerusalem (baru)
  22. Usama Sadawi, Menteri Negara untuk Kewirausahaan dan Pemberdayaan (baru)

Perdana Menteri mempertahankan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama hingga diumumkan nama baru untuk kedua jabatan ini.

Presiden Abbas meminta anggota Komite Sentral Fatah Mohammad Shtayeh untuk membentuk pemerintahan baru Palestina pada 10 Maret untuk menggantikan pemerintahan Rami Hamdallah, yang mengajukan pengunduran dirinya pada 29 Januari setelah menjabat selama empat tahun.

Presiden menyatakan bahwa misi pemerintah baru ini adalah untuk mempercepat penyatuan kembali Tepi Barat dan Jalur Gaza serta untuk bekerja ke arah terselenggaranya pemilihan legislatif di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza untuk memperkuat demokrasi.

Pemerintahan ini juga akan terus mendukung secara finansial keluarga tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara ‘Israel’ dan mereka yang dibunuh oleh tentara ‘Israel’, untuk memperkuat kesabaran rakyat Palestina di tanah air mereka dalam menghadapi kebijakan pemukiman (Yahudi) ‘Israel’, mempertahankan Yerusalem dan tempat-tempat suci milik umat Islam dan umat Kristiani, mengingat upaya ‘Israel’ untuk mengubah status mereka dan untuk membangun perekonomian nasional yang kuat.

Shtayeh lahir di desa Tel, dekat Nablus, pada tahun 1958 dan memperoleh gelar sarjana dari Universitas Birzeit dan gelar doktor di bidang ekonomi dari University of Sussex di Inggris.

Dia pernah menjabat sebagai direktur Dewan Ekonomi Palestina untuk Pembangunan dan Rekonstruksi (PECDAR) dan sebagai Menteri perumahan dan Pembangunan. Dia terpilih menjadi Komite Sentral Fatah pada 2009 dan sekali lagi pada 2016. (M.K/i7)

———————-

Sumber: www.english.wafa.ps, terbit: 13/04/2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *