“Israel” Secara Resmi Usir Kehadiran Sementara Internasional (TIPH) di Hebron

 


Hebron – Pada hari Kamis (31/01), otoritas penjajah “Israel secara resmi ” menyampaikan kepada misi Kehadiran Sementara Internasional di Hebron (TIPH) tentang telah berakhirnya masa tugasnya, dan memintanya untuk meninggalkan kota itu.

Keputusan ini diambil pasca 21 tahun sejak misi Kehadiran Sementara Internasional (TIPH) bekerja di Hebron, atas permintaan dari para pemukim.

Para pengamat memprediksi pengusiran misi internasional itu akan membuka lebar-lebar pintu bagi para pemukim untuk meningkatkan serangan dan perluasan pemukiman di dalam kota Hebron, khususnya Kota Tua dan sekeliling Masjid Ibrahimi dan Jalan Shuhada hingga ke perkampungan Tal Armeida dan pasar sayur tua.

Kemenlu “Israel” telah berulang kali menyerang misi TIPH dan menuduhnya memberikan laporan “sepihak” tentang situasi di Hebron.

Menurut situs web resmi TIPH, tugas utamanya adalah memantau dan melaporkan situasi di Hebron di titik-titik dimana telah ditetapkan bagi misi TIPH bekerja di sana.

Berdasarkan teks perjanjian tersebut bahwa “misi tersebut  membantu dalam pemantauan dan pelaporan agar supaya kembali kehidupan berjalan normal di kota Hebron dan dengan demikian menciptakan rasa aman dan keamanan bagi warga Palestina di Hebron.”

Misi tersebut melaporkan “pelanggaran hukum humaniter internasional dan HAM internasional, serta pelanggaran perjanjian yang ditandatangani terkait kota Hebron.”

Misi tersebut membagikan laporan yang ditulisnya kepada otoritas Palestina dan penjajah sehubungan dengan laporan itu, serta kepada enam negara yang terlibat: Denmark, Italia, Norwegia, Swedia, Swiss dan Turki.

Misi TIPH berusaha untuk mempertahankan keberadaan yang terlihat di kota Hebron, khususnya di daerah-daerah bergejolak seperti Kota Tua, Tel Rumeida, Tariq Bin Ziyad dan Jabal Jowhar. Dilakukan patroli harian sepanjang tahun, untuk mengamati dan memantau situasi di kota itu.

Otoritas Palestina menandatangani Protokol Hebron pada tahun 1997 dengan Pemerintah “Israel” untuk memperbaharui penyebaran di Hebron, dan diizinkan bagi TIPH bekerja di Hebron supaya kembali kehidupan berjalan normal pasca pembantaian Masjid Ibrahimi tahun 1994 dan tahun-tahun setelahnya. (i7)

 

Sumber: www.palinfo.com, terbit 31/01/2019, jam 02: 58: 31.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *