‘Israel’ Larang Delegasi Parlemen Eropa Masuk Gaza

Ketua Delegasi Parlemen Eropa Neoklis Sylikiotis mengecam pelarangan tersebut sebagai ‘sewenang-wenang, tidak dapat diterima.’

 

Israel pada hari Selasa (18/09) menolak akses delegasi Parlemen Eropa  ke Jalur Gaza yang dikepung, menurut pernyataan resmi Parlemen Eropa.

“Otoritas ‘Israel’ sekali lagi telah menolak memberikan izin Delegasi Parlemen Eropa bidang Hubungan dengan Palestina untuk masuk ke Jalur Gaza,” kata pernyataan itu.

Delegasi tersebut, menurut pernyataan itu, telah meminta izin untuk memasuki Jalur Gaza sebagai bagian dari misi yang direncanakan tiga hari ke wilayah teritorial Palestina.

Dinyatakan bahwa tujuan dari kunjungan itu adalah “untuk memantau situasi kemanusiaan yang disebabkan oleh pengepungan selama satu dekade”, pernyataan itu menegaskan bahwa ‘Israel’ telah melarang berbagai delegasi Parlemen Eropa secara terus menerus dari memasuki Gaza sejak 2011.

“Delegasi Parlemen Eropa telah mulai bekerja di Yerusalem Timur dan beberapa bagian lain dari Tepi Barat yang dijajah pada hari Selasa dan telah dijadwalkan untuk melakukan kunjungan pada hari Kamis,” Pernyataan itu menjelaskan.

Akibat dari pengepungan ‘Israel’ dan konflik yang terus menerus, tambah pernyataan itu, rakyat Palestina di Tepi Barat “tidak memiliki akses yang cukup terhadap kebutuhan dasar, seperti air minum yang bersih, makanan, tempat tinggal, sekolah, dan perawatan kesehatan”.

“Menolak masuknya Parlemen Eropa ke Gaza telah menjadi sistematis. Ini adalah kesewenang-wenangan dan tidak dapat diterima,” pernyataan itu mengutip ucapan Ketua Delegasi Neoklis Sylikiotis.

Ditegaskannya bahwa ‘Israel’ telah berusaha mencegah delegasi dari melihat situasi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza, Sylikiotis mengatakan bahwa ini jelas bahwa negara yang memproklamirkan dirinya sebagai Yahudi itu “malu dan takut” untuk mengizinkan delegasi masuk ke daerah kantong pantai yang di kepung ini.

Sylikiotis melanjutkan agar komunitas internasional menekan ‘Israel’ untuk mengakhiri pengepungan Gaza yang telah berlangsung 11 tahun.

‘Israel’ pertama kali menerapkan pengepungan di tahun 2006 setelah kelompok perlawanan Hamas memenangkan pemilu legislative Palestina.

Pengepungan itu terus diperketat di tahun-tahun berikutnya setelah Hamas merebut Jalur Gaza dari pesaing Palestinanya dari faksi Fatah.

Pengepungan yang masih berlanjut hingga hari ini telah memusnahkan perekonomian Gaza dan mencerabut dua juta penghuninya dari berbagai komoditas dasar (i7).

——————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 18/09/2018 – 06:00 sore.

 

 

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *