“Israel” Didesak Bebaskan Wanita Turki

Wanita 27 tahun ditangkap di bandara Tel Aviv atas ‘klaim tanpa dasar’, kata keluarganya. Keluarga wanita muda Turki yang ditangkap di bandara Tel Aviv dua minggu lalu, mendesak Otoritas “Israel”  untuk segera membebaskannya.

Pasukan “Israel”  menangkap Ebru Ozkan yang berusia 27 tahun di Bandara Ben Gurion  Tel Aviv pada 11 Juni lalu saat hendak kembali ke Turki. Dia dituduh memiliki hubungan dengan organisasi teroris.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Ayten Ozkan, ibu dari Ebru, menepis tuduhan itu. Dia mengatakan bahwa putrinya, yang juga pernah ke Yerusalem dua kali sebelumnya, ditangkap secara “tidak adil.”

“Anak perempuan saya sangat mencintai Yerusalem. […] Dia mencintai banyak orang dan anak-anak di sana […], “kata Ayten.

Keluarga itu tidak dapat berkomunikasi dengan Ebru selama 19 hari, menurut ibunya, yang menambahkan: “Saya berharap putri saya akan menjadi suara bagi Yerusalem dan masjid al-Aqsa dan akan menjadi suara bagi kaum ibu yang dilanda perasaan.

Penahanan Ebru telah diperpanjang empat kali, kata Elif Ozkan, saudara perempuan Ebru. “Ini adalah penangkapan yang sepenuhnya sewenang-wenang. Mereka menuduh dia [memiliki hubungan] dengan organisasi teror tetapi mereka tidak mengatakan organisasi teroris yang mana. Semua tuduhan itu adalah klaim tanpa dasar, “kata Elif kepada Anadolu Agency.

Sidang Berikutnya

Dia mengatakan Ebru pergi ke Yerusalem untuk menghabiskan waktu di bulan suci Ramadhan. Saat pergi ke sana, ia membawa souvenir seperti permen, balon dan buku mewarnai untuk anak-anak. Dia sangat senang bisa memberikan semua barang itu kepada mereka.

Keluarga Ebru berharap dia akan dibebaskan dalam sidang berikutnya yang dijadwalkan 1 Juli. “Kami menunggu dari semua pihak. Untuk kebebasan saudara perempuan saya, kami ingin semua pihak dan setiap institusi untuk mengangkat suara mereka mengenai [masalah] ini, “kata Elif.

Yerusalem tetap menjadi inti dari konflik abadi “Israel” -Palestina, dimana rakyat Palestina menginginkan Yerusalem Timur yang dijajah “Israel”  menjadi ibu kota negara masa depan

Ketegangan terus meningkat di berbagai wilayah Palestina sejak Desember lalu ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota “Israel” . Pada tanggal 14 Mei, AS merelokasi kedutaan “Israel”  dari Tel Aviv ke Yerusalem, mendorong kecaman dari seluruh dunia Arab dan Muslim dan semakin menggelorakan emosi di berbagai wilayah Palestina.

Sejak Maret, lebih dari 135 rakyat Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan tentara “Israel”  selama protes yang menuntut diakhirinya penjajahan “Israel”  di wilayah Palestina dan pencabutan blokade Gaza.

(i7)

——

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 01/07/2018 – 01:53 siang.

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *