Honduras Buka “Kantor Diplomatik” di Kota Baitul Maqdis (Yerusalem)

Honduras Buka “Kantor Diplomatik” di Kota Baitul Maqdis (Yerusalem)

Pemerintah Honduras, pada hari Selasa (27/08), mengatakan bahwa Presiden Juan Orlando Hernandez, pada hari Jumat (30/08) akan melakukan kunjungan resmi ke negara Penjajah Zionis untuk membuka “kantor diplomatik” di kota Baitul Maqdis (Yerusalem), sebagai bentuk pengakuan terhadap ibukota negara Yahudi itu.

Presiden Honduras mengatakan bahwa “menurut hemat saya pengakuan kota Baitul Maqdis (Yerusalem) sebagai ibu kota negara Penjajah Zionis memperjelas bahwa “kantor diplomatik” ini sebagai bentuk perpanjangan dari kedutaan negaranya yang berada di Tel Aviv.

Kementerian Luar Negeri Honduras, dalam sebuah pernyataan menjelaskan bahwa negara Penjajah Zionis telah mengajukan gagasan untuk memindahkan kedutaan ke Yerusalem dalam proposal yang saat ini sedang dianalisis di tingkat internasional dan nasional.

Amerika Serikat telah memindahkan kedutaan besarnya di negara Penajajah Zionis dari Tel Aviv ke kota  Baitul Maqdis (Yerusalem), pada 14 Mei 2018, berlawanan dengan kebijakannya yang sebelumnya, dimana hal itu dilakukan Trump untuk memenuhi janjinya sebagai Presiden Amerika Serikat.

Langkah itu telah membangkitkan kemarahan di kalangan rakyat Palestina, yang menganggap kota Baitul Maqdis bagian (Yerusalem) timur, yang masih berada dalam penjajahan sejak tahun 1967 sebagai ibukota negara mereka di masa mendatang.

Sebagian besar ibukota asing di dunia telah memutuskan untuk menjadikan kantor kedutaan mereka tetap berada di luar kota Baitul Maqdis (Yerusalem) timur  sampai ditemukan jalan keluar bagi kota tersebut melalui perundingan atau negosiasi. (i7)

——————–

Sumber: www.mugtama.com, terbit: 28 Agustus 2019, pukul: 08:25.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *