Gabungan Kelompok HAM Eropa: UE Harus Jatuhkan Sanksi Kepada Penjajah Zionis

Seorang turis memfoto poster di dinding di Tepi kota Bethlehem Tepi Barat pada 5 Juni 2015, yang menyerukan boikot produk-produk Penjajah Zionis yang berasal dari berbagai pemukiman Yahudi [THOMAS COEX/AFP/Getty Images]


Gabungan berbagai kelompok Eropa telah meminta Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi kepada negara Penjajah Zionis dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Perwakilan Tinggi UE untuk Urusan Luar Negeri, Josep Borrell. Dikirim oleh Koordinasi Komite dan Asosiasi Eropa untuk Palestina (ECCP), surat itu menyatakan keprihatinan atas rencana aneksasi Tepi Barat yang direncanakan negara Penjajah Zionis, mengatakan itu adalah bagian dari pembersihan etnis yang sedang berlangsung, apartheid dan kolonisasi, sebelum mendesak Uni Eropa untuk mengambil tindakan terhadap pelanggaran jelas Penjajah Zionis terhadap hukum Eropa dan internasional.

“Ini bukan pertama kalinya Penjajah Zionis mencoba untuk secara ilegal mencaplok sebagian wilayah yang didudukinya,” kata ECCP, “Penjajah Zionis telah mencaplok kota Alquds atau Yerusalem Timur pada tahun 1967 dan Dataran Tinggi Golan Suriah pada tahun 1981, dalam pelanggaran berat hukum internasional.”

ECCP menyoroti “pembersihan etnis yang sedang berlangsung, apartheid dan kolonisasi ” yang mereka katakan “terjadi setiap hari.” Mereka mengutip blokade 13 tahun oleh Penjajah Zionis terhadap Gaza dan situasi di Tepi Barat di mana “rakyat Palestina berjuang melawan pendudukan brutal, pengusiran, perampasan, penangkapan sewenang-wenang dan penghancuran rumah diantara banyak hal lainnya.”

Setelah mengkritik Uni Eropa karena tidak mengambil tindakan yang cukup, ECCP mendesak Borrell untuk memegang pernyataannya di bulan Februari di mana ia memperingatkan Penjajah Zionis bahwa “Langkah-langkah menuju aneksasi, jika dilaksanakan, tidak dapat dibiarkan berlalu begitu saja “.

Untuk menghadapi perampasan tanah dan pencaplokan sepihak oleh Penjajah Zionis,  “Tindakan segera perlu diambil, termasuk sanksi”, kata ECCP, mendesak UE untuk mengambil “langkah konkret.” Mereka berdalih bahwa UE memiliki banyak amunisi yang siap dilontarkan untuk menghukum banyak pelanggaran Penjajah Zionis. Menangguhkan Perjanjian Asosiasi UE-Penjajah Zionis dan mengeluarkan Penjajah Zionis dari keikutsertaannya dalam Program Kerangka Kerja UE yang didanai oleh kontribusi pembayar pajak Eropa, disebutkan sebagai pilihannya.

Terlebih lagi di bawah hukum UE dan internasional, secara keseluruhan dan masing-masing Negara Anggotanya memiliki keharusan yang wajib untuk melarang perdagangan dengan pemukiman ilegal Penjajah Zionis, tambah ECCP. ECCP menegaskan bahwa tidak perlu lagi bagi UE untuk mempertahankan kerjasamanya dengan Penjajah Zionis seperti yang biasa berjalan disaat mengaku membela HAM dan prinsip-prinsip hukum internasional (kemanusiaan dan HAM).

ECCP didirikan pada tahun 1986 sebagai jaringan berbagai komite Eropa, organisasi, LSM dan gerakan solidaritas internasional. Empat puluh organisasi masyarakat sipil dan LSM dari 20 negara Eropa telah mensahkan surat itu.

————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 7 Mei 2020 pukul 13.55

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *