Channel Ibrani: Rencana untuk Bungkam Adzan di Masjid-masjid di Yerusalem

Oleh: Quds Press

Channel berbahasa Ibrani melaporkan bahwa pemkot penjajah ‘Israel’ di kota Yerusalem telah membuat rencana untuk membungkam suara-suara azan yang dikumandangkan dari masjid-masjid di daerah-daerah yang terletak di sebelah Timur kota itu.

Channel-2 berbahasa Ibrani, hari Rabu (02/01) menjelaskan bahwa rencana yang ditujukan untuk kota-kota Beit Safafa, Beit Hanina, Jabal al-Mukaber dan Kamp Shu’fat adalah dengan cara mengganti pengeras suara di masjid-masjid dengan ukuran yang lebih kecil dan suara pelan dengan dalih “mencegah kebisingan”.

Dia menegaskan bahwa pemkot penjajah akan memberikan wewenang kepada polisi ‘Israel’ pembenaran terbitnya ketetapan untuk merendahkan suara adzan di masjid mana pun yang ada di Yerusalem, jika dianggap ketinggian volumenya melanggar “peraturan tentang kebisingan,” demikian seperti dilansir oleh channel berbahasa Ibrani tersebut melalui situs webnya.

Pemerintah kota telah menetapkan anggaran awal yang diperuntukkan bagi rencana tersebut yang merupakan proyek ujicoba dan evaluasi efektifitasnya, sebelum lebih jauh menggelontorkan dana antara 50 hingga 70 ribu shekel (15-20 ribu dolar) untuk diterapkan di masing-masing masjid.

Keputusan walikota penjajah, Moshe Lion yang dianggap mewakili kelompok garis keras Yahudi, ini dibuat kurang dari dua bulan pasca terpilihnya dan kurang dari setahun setelah rekomendasi dari badan pemerintah penjajah yang memberikan kekuatan kepada polisi untuk melakukan penyerbuan ke masjid-masjid dan menyita pengeras suara jika dianggap bervolume tinggi atau menggunakan pengeras suara pada waktu waktu yang tidak diizinkan..

Lion mengklaim bahwa dia melangkah maju dengan perencanaan itu dengan mendapatkan persetujuan dari tokoh-tokoh sejumlah daerah di Yerusalem, dimana dia menganggap bahwa undang-undang “pembungkaman suara azan,” yang telah ditetapkan oleh “Knesset” baru-baru ini, “masih belum mengurangi suara bising yang keluar dari menara-menara masjid di kota ini.”

Selama kampanye pemilihannya, Lion mengumumkan niatnya untuk mempromosikan kebijakan permukiman di Yerusalem yang dijajah dan untuk mengembangkan lingkungan permukiman dalam konteks memperkuat karakter Yahudi kota itu (i7).

————

Sumber: www.mugtama.com, terbit: 02/01/2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *